Karena Teras Kopi di Bengkulu, Erick Thohir Didoakan Jadi Pemimpin Indonesia

Selasa, 14 Desember 2021 - 15:07 WIB
loading...
Karena Teras Kopi di...
Sebagai daerah penghasil kopi terbesar di Bengkulu, Kabupaten Kepahiang dinilai masih belum mumpuni dalam memanfaatkan pengelolaan hasil komoditas tanaman agar memiliki nilai ekonomi tinggi. (Ist)
A A A
BENGKULU - Sebagai daerah penghasil kopi terbesar di Bengkulu, Kabupaten Kepahiang dinilai masih belum mumpuni dalam memanfaatkan pengelolaan hasil komoditas tanaman agar memiliki nilai ekonomi tinggi.

Desa Bandung Jaya, Kecamatan Kabawetan, Kabupaten Kepahiang, salah satunya. Di desa ini, mayoritas penduduknya berprofesi sebagai petani kopi . Namun, selama ini mereka hanya sebatas mengetahui cara menanam dan menjual hasil panennya.

Atas kegelisahan itu, pelatihan pengelolaan biji kopi untuk para petani dan masyarakat umum, dibuat. Awalnya, pelatihan dilakukan di ruangan yang disebut mereka dengan nama "warung".

Agar terlihat mencolok, di depan warung terdapat reklame ukuran kecil bertuliskan 'The Coffee Shop'. kesan kopi nampak jelas dengan dominasi warna cokelat, hijau dan putih. Tak lupa gambar cangkir dan biji kopi dalam ukuran besar semakin mempertegas keberadaannya.

Namun, saat memasuki warung, kesan sempit langsung terasa menghampiri. Ruangan yang tidak terlalu luas, berkisar 10,5 x 12 meter persegi.

Tapi terasa sempit dengan keberadaan sejumlah kursi dan satu meja ukuran panjang dan cukup besar tampak memenuhi ruangan.

Belum lagi dengan keberadaan alat pelatihan yang ada di dalamnya. Mulai dari alat roaster kopi hingga penggiling biji kopi.

Hal ini membuat kapasitas warung hanya mampu menampung hingga 11 orang. Sementara semakin hari, animo yang datang untuk belajar kopi semakin banyak. Dan sudah tidak tertampung lagi.

Semakin menjadi masalah, Saat hujan turun. Bangunan yang dikelilingi tanah merah ini akan menjadi becek dan membuat para peserta tidak nyaman.

Kegiatan belajar mengajar bisa sangat terganggu. Bahkan terhenti karena peserta berhimpitan menyesaki ruangan untuk menghindari hujan.

"Kalau sudah begitu, kita berhenti sementara. Tidak akan maksimal," kenang Ketua Komunitas Kopi sekaligus inisiator teras edukasi kopi Desa Bandung Jaya, Pi Isman.

Namun, semua berubah saat Yayasan Erick Thohir datang menawarkan bantuan pembangunan teras. Syarat pengerjaan dilakukan secara guyub pun tidak memberatkan para petani.

Pengerjaan pun dimulai. Tidak butuh lama, dalam satu minggu, warung sudah kembali dengan wajah baru.

Pembenahan dilakukan di sejumlah bagian ruangan. Sehingga kesan sempit pun menghilang. Begitu juga di depan warung. Terpancang kanopi yang besar dan kokoh yang mampu menampung puluhan orang.

Untuk menimbulkan kesan baru dan segar, nama warung ini pun diubah menjadi 'Teras Edukasi Kopi'.

Kata "edukasi" ditambahkan di depan "kopi" untuk menjadi pengingat petani dan pengunjung untuk terus belajar dalam memahami kopi seutuhnya.

Kini, selain sudah terasa nyaman bagi para peserta didik, pelatihan dan pemberian edukasi tidak terganggu kondisi cuaca, terutama ketika hujan.

Bukan hanya itu, sejak teras tersebut diresmikan pada 3 Desember 2021 jumlah peserta didik yang ingin bergabung mengalami kenaikan cukup signifikan.

Beberapa materi yang diberikan pada peserta yakni pengenalan jenis kopi robusta dan wine coffee (kopi fermentasi) yang dihasilkan dari desa Bandung Jaya.

Para petani kopi juga difokuskan untuk memetik buah kopi saat sudah berwarna merah yang berarti sudah siap dipetik.

Isman mengingat para petani, dulunya, cenderung memanen kopi secara 'pelangi'. Yakni memetik buah kopi yang masih berwarna hijau dan mencampurnya dengan yang berwarna merah.

"Karena sudah kita edukasi petani sudah tau kopi petik merah memiliki kualitas lebih bagus dan harga yang mahal serta pasar yang besar," ujar Isman.

Intan Sakti (40), yang sudah bertahun-tahun lamanya bekerja sebagai petani kopi mengakui, dibangunnya teras ini sangat membantu.

Teras menjadi tempat bercengkrama para petani, sekaligus bertukar informasi mengenai dunia tanaman yang tumbuh di daerah tropis dengan ketinggian 700- 1600 mdpl ini. Baca: Diguncang Gempa M 7,5 Begini Kepanikan Warga Maumere Lari Menjauhi Laut.

Seperti informasi tentang langkah-langkah dan inovasi yang diperlukan dalam memasarkan kopi di dalam maupun luar negeri.

Bersama dengan para petani dan komunitas kopi yang ada, dirinya berharap keberadaan teras edukasi ini dapat memberikan dampak luas kepada masyarakat untuk belajar tentang kopi.

Sebab, wadah edukasi ini hanya ada satu-satunya di Provinsi Bengkulu. Ia menyampaikan terimakasih kepada Ketua Yayasan Erick Thohir dan relawan E Troopers yang sudah memfasilitasi pembangunan fasilitas umum (Fasum) tempat edukasi pengelolaan kopi ini. Baca Juga: Gempa M7,5 Terasa Kuat di Sumba Timur Warga Berhamburan Keluar Rumah.

Ia berharap dengan karya nyata ini dapat menjadi pemimpin yang benar benar mengerti sesuai dengan amanah dan keinginan rakyat.

"Kami berharap di momentum yang tepat Bapak Erick Thohir dapat menjadi pemimpin untuk semua rakyat Indonesia," pungkasnya.
(nag)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Diduga Tak Terima Jagoannya...
Diduga Tak Terima Jagoannya Kalah di Pilkada Parepare, Antarpendukung Saling Lempar Batu
Kisah Almarhum Mas Katon,...
Kisah Almarhum Mas Katon, Suporter Nyentrik Timnas Indonesia dari Gunungkidul yang Melegenda
MK Tolak Gugatan Amin,...
MK Tolak Gugatan Amin, Dedi Mulyadi: Prabowo-Gibran Dilantik Oktober!
Prabowo-Gibran Menang...
Prabowo-Gibran Menang Satu Putaran, Sultan HB X: Semoga Sukses!
Dinyatakan Menang Pilpres...
Dinyatakan Menang Pilpres 2024, Gibran Tetap Ngantor Seperti Biasa
Kuasai Jabar, Ini Peta...
Kuasai Jabar, Ini Peta Kemenangan Prabowo-Gibran di Pilpres 2024
Prabowo Panggil John...
Prabowo Panggil John Herdman ke Hambalang, Bahas Roadmap Timnas Indonesia Menuju Piala Dunia 2030
Tren Kedai Kopi dan...
Tren Kedai Kopi dan Makanan Melonjak, Dorong Transformasi Industri F&B
Anji Ungkap Punya Private...
Anji Ungkap Punya Private Barista, Racikan Kopi Cold Brew Blueberry Jadi Sorotan
Rekomendasi
Desak Beri Kompensasi...
Desak Beri Kompensasi Akibat Mati Listrik Bergilir, DPR: Jangan Tiap Masalah Rakyat Diminta Sabar
Badan Gizi Nasional...
Badan Gizi Nasional dan Reduksi Orkestrasi Pemenuhan Gizi
KPK Cecar Anggota DPR...
KPK Cecar Anggota DPR Nabil Husein soal Aliran Uang Produksi Batu Bara
Berita Terkini
BNPP Perkuat Pengawasan...
BNPP Perkuat Pengawasan Perbatasan RI-Timor Leste via Survei Pengendalian Jalur Tak Resmi di Belu
Taufik Hidayat Pelaku...
Taufik Hidayat Pelaku Penganiayaan Pacar Ditahan di Sel Khusus
Prakiraan Cuaca Jakarta...
Prakiraan Cuaca Jakarta Rabu 24 Juni 2026: Berawan Sejak Pagi, Berpotensi Hujan Ringan Sore Hari
Di Diskusi Partai Perindo,...
Di Diskusi Partai Perindo, JJ Rizal Minta Gubernur Jakarta Belajar dari Soekarno
Polisi Tangkap Taufik...
Polisi Tangkap Taufik Hidayat Penganiaya Pacar di Bandung lewat Transaksi Belanja
DPW Partai Perindo DKI...
DPW Partai Perindo DKI Launching Warkop Aspirasa, Gelar Diskusi Refleksi 499 Tahun Jakarta
Infografis
True Promise 4 Mengamuk!...
True Promise 4 Mengamuk! Pangkalan Militer AS di Timur Tengah Jadi Rongsokan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved