Perbaiki Pasar yang Ambruk, Pemdes Gununghalu Gelontorkan Rp100 Juta

Sabtu, 11 Desember 2021 - 14:33 WIB
loading...
Perbaiki Pasar yang Ambruk, Pemdes Gununghalu Gelontorkan Rp100 Juta
: Kepala Desa Gununghalu, Isep Heriatna. Foto/MPI/Adi Haryanto
A A A
BANDUNG BARAT - Pemerintah Desa (Pemdes) Gununghalu mengalokasikan anggaran Rp100 juta untuk memperbaiki kembali Pasar Desa Gununghalu yang ambruk karena diterjang angin kencang pada Kamis (18/11/2021) lalu. Pemdes mengeluarkan anggaran lantaran pasar tersebut bukan menjadi kewenangan dari pihak Disperindag.

Kepala Desa Gununghalu, Isep Heriatna bahwa pasar Desa Gununghalau bukan pasar kabupaten, sehingga pemerintah desa terpaksa harus menyisihkan anggaran perbaikan. Baca juga: Bupati Luwu Utara Minta Pemerintah Desa Mulai Lakukan Pelayanan Digital

"Saya sudah datang menanyakan ke kabupaten (Disperindag), tapi mereka mengelak bukan kewenangannya. Akhirnya berdasarkan Musdes perubahan disepakati dari dana desa dialihkan untuk perbaikan pasar senilai Rp100 juta," terang Isep Heriatna, Sabtu (11/12/2021).

Isep menyebutkan, penggunaan dana desa itu sudah mendapatkan persetujuan dari masyarakat dalam forum Musdes. Hanya, dengan anggaran sebesar itu masih belum bisa memperbaiki semua kios di pasar desa yang ambruk tersebut. Paling hanya bisa membangun sekitar 60 dari total 100 kios yang ada.

Itu dikarenakan perbaikan pasar yang baru pilar-pilar tiangnya menggunakan beton sehingga lebih kuat. Sementara untuk atapnya akan memanfaatkan bahan material yang lama karena masih bisa digunakan kembali. Secara bertahap ke depannya semua kios di pasar mingguan yang buka setiap Sabtu ini akan dibangun kembali. Baca juga:
Pemdes Bantaeng Diminta Terapkan Prinsip Akuntabilitas Kelola Keuangan Desa


"Kalau aktivitas berjualan tetap berjalan karena ada 150 kios yang kondisinya tidak terdampak. Sekarang pedagang yang kiosnya belum terbangun paling berjualan ke tempat yang dekat dengan jalan dengan menggelar dagangannya," kata dia.

Isep menegaskan, pihaknya akan tetap memfungsikan kawasan tersebut sebagai pasar desa walaupun sebelumnya merupakan terminal. Sebab jika harus mengembalikan lagi ke terminal, maka harus diubah lagi konsep awal. Terlebih pasar desa itu baru dibangun pada tahun 2018 dan belum lama beroperasi, serta tahun 2020 sempat diperbaiki atapnya.

"Pasar tersebut menjadi sarana perekonomian warga, sehingga perlu penanganan darurat. Kita berdayakan kemampuan desa yang ada karena pedagang meminta secepatnya dibangun kembali," pungkasnya.
(don)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.3909 seconds (11.97#12.26)