Sejarah Terbentuknya Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan
Sabtu, 11 Desember 2021 - 07:07 WIB
loading...
A
A
A
Kawasan Setu Babakan terbagi menjadi 3 zona wilayah, yaitu:
1. Zona A, dikembangkan menjadi pusat pelestarian pengembangan budaya dengan luas 3,2 hektare (ha). Pada zona ini dikembangkan berbagai rumah adat khas Betawi, seperti rumah adat gudang, kebaya, joglo, bapang, pesisir dan pulau seribu yang juga dilengkapi dengan museum sejarah dan purbakala, gedung teater dan gedung modern bernuansa Betawi.
2. Zona B, dikembangkan sebagai pusat kuliner nusantara dengan tema Betawi untuk Indonesia. Zona ini berdiri diatas lahan seluas 3.700 meter persegi. Di dalam zona ini terdapat kurang lebih 250 pedagang kuliner yang menjajakan makanan khas Betawi dan budaya Indonesia lainnya.
3. Zona C, dikembangkan menjadi zona komersial dan studi alam. Zona ini berdiri diatas lahan seluas 2,8 ha. Di zona ini dibangun replika perkampungan Betawi yang dilengkapi rumah adat, sawah dan empang (danau kecil).
1. Zona A, dikembangkan menjadi pusat pelestarian pengembangan budaya dengan luas 3,2 hektare (ha). Pada zona ini dikembangkan berbagai rumah adat khas Betawi, seperti rumah adat gudang, kebaya, joglo, bapang, pesisir dan pulau seribu yang juga dilengkapi dengan museum sejarah dan purbakala, gedung teater dan gedung modern bernuansa Betawi.
2. Zona B, dikembangkan sebagai pusat kuliner nusantara dengan tema Betawi untuk Indonesia. Zona ini berdiri diatas lahan seluas 3.700 meter persegi. Di dalam zona ini terdapat kurang lebih 250 pedagang kuliner yang menjajakan makanan khas Betawi dan budaya Indonesia lainnya.
3. Zona C, dikembangkan menjadi zona komersial dan studi alam. Zona ini berdiri diatas lahan seluas 2,8 ha. Di zona ini dibangun replika perkampungan Betawi yang dilengkapi rumah adat, sawah dan empang (danau kecil).
(thm)
Lihat Juga :