Sidak Tambang Emas Ilegal, Bupati Mandailing Natal Debat Lawan Penambang
Jum'at, 10 Desember 2021 - 15:48 WIB
loading...
Bupati Mandailing Natal, Muhammad Jafar Sukhairi Nasution sidak lokasi penambangan emas ilegal di Sungai Batang Natal, Jumat (10/12/2021). Foto/MPI/Liansah Rangkuti
A
A
A
MANDAILING NATAL - Sidak ke Sungai Batang Natal, Bupati Mandailing Natal, Muhammad Jafar Sukhairi Nasution menemukan lokasi penambangan emas ilegal, Jumat (10/12/2021). Setiba di pinggir sungai, Sukhairi langsung meminta aktivitas penambangan dihentikan.
Baca juga: 4 Penambang Emas Liar di Madina Tewas Tertimbun Longsor
"Woii, tolong dulu berhenti," ujar Jakfar Sukhairi Nasution, dengan suara lantang kepada para penambang emas ilegal yang sedang bekerja di tepi Sungai Batang Natal, Kecamatan Batang Madina.
Tidak puas melihat dari kejauhan, Jakfar Sukhairi Nasution, langsung turun ke lokasi pertambangan melewati jembatan gantung. Awalnya, puluhan karyawan tambang berada di lokasi, namun setelah Jakfar Sukhairi Nasution tiba di lokasi, hanya bersisa dua orang saja dan hendak beristirahat.
Baca juga: Kisah Nyimas Utari, Telik Sandi Cantik dari Mataram yang Memenggal Kepala Gubernur Jenderal JP Coen
"Sudah berapa kali saya ingatkan, hentikan dahulu operasi, kalian tidak pernah sabar. Tolonglah saling menghargai, yang kalian lakukan ini sudah tidak benar, bukan lagi soal mencari makan, tapi ini kekayaan alam kita rusak," tegas Jakfar Sukhairi Nasution, dengan nada marah dan kesal kepada penambang.
Baca juga: Kabar Duka, Wali Kota Bandung Oded M. Danial Meninggal Dunia
Jakfar Sukhairi Nasution juga menerangkan, pengalihan tambang itu menjadi Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) sudah diusulkan kepada Kementerian ESDM. "Kabupaten Madailing Natal, ada 15 titik WPR yang kita usulkan, termasuk pertambangan di Batang Natal dan sekitarnya," jelasnya.
Baca juga: 4 Penambang Emas Liar di Madina Tewas Tertimbun Longsor
"Woii, tolong dulu berhenti," ujar Jakfar Sukhairi Nasution, dengan suara lantang kepada para penambang emas ilegal yang sedang bekerja di tepi Sungai Batang Natal, Kecamatan Batang Madina.
Tidak puas melihat dari kejauhan, Jakfar Sukhairi Nasution, langsung turun ke lokasi pertambangan melewati jembatan gantung. Awalnya, puluhan karyawan tambang berada di lokasi, namun setelah Jakfar Sukhairi Nasution tiba di lokasi, hanya bersisa dua orang saja dan hendak beristirahat.
Baca juga: Kisah Nyimas Utari, Telik Sandi Cantik dari Mataram yang Memenggal Kepala Gubernur Jenderal JP Coen
"Sudah berapa kali saya ingatkan, hentikan dahulu operasi, kalian tidak pernah sabar. Tolonglah saling menghargai, yang kalian lakukan ini sudah tidak benar, bukan lagi soal mencari makan, tapi ini kekayaan alam kita rusak," tegas Jakfar Sukhairi Nasution, dengan nada marah dan kesal kepada penambang.
Baca juga: Kabar Duka, Wali Kota Bandung Oded M. Danial Meninggal Dunia
Jakfar Sukhairi Nasution juga menerangkan, pengalihan tambang itu menjadi Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) sudah diusulkan kepada Kementerian ESDM. "Kabupaten Madailing Natal, ada 15 titik WPR yang kita usulkan, termasuk pertambangan di Batang Natal dan sekitarnya," jelasnya.
(eyt)
Lihat Juga :