Beberapa Minggu ke Depan Pasien Covid di Sulsel Diprediksi Turun
Senin, 08 Juni 2020 - 15:06 WIB
loading...
A
A
A
"Tim Gugus bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan sudah melakukan Massive Tracing, Intensive Testing dan Edukasi Aktif yang diistilahkan dengan TRISULA atau Tiga Upaya Pengendalian Covid Sulawesi Selatan. Untuk memisahkan yang sakit dan yang sehat, mencegah ODP menjadi PDP atau gejala ringan menjadi gejala berat karena pemantauan kesehatan yang lebih baik," sebutnya.
Nurdin menambahkan salah satu bagian dari program Wisata Covid-19 adalah membentuk Duta Covid-19 sebagai edukator di masyarakat. "Dalam Program ini ada banyak kegiatan produktif yang dirancang untuk peserta misalnya, melakukan olahraga rutin setiap pagi, menyediakan nutrisi optimal, dukungan psikososial, pemantauan kesehatan dan pemeriksaan laboratorium.serta tidak kalah penting kelas edukasi untuk menyiapkan peserta menjadi Duta Covid-19, ini sebagai bentuk pemberdayaan dalam mengedukasi masyarakat dalam pencegahan Covid-19 pada saat mereka sudah kembali ke lingkungan masin-masing," tambahnya
"Melalui kerja sama dan sinergi yang baik dengan jajaran Forkopimda, pemerintah kabupaten/kota dan seluruh elemen masyarakat maka penyebaran Covid-19 di Sulawesi Selatan bisa dikendalikan, dilihat dari angka Reproduksi (Rt) Sulawesi Selatan saat ini adalah dibawah 1 artinya dalam 14 hari ini sudah banyak intervensi yang dilakukan secara baik," tutupnya.
Sementara itu, Kepala BNPB Doni Manardo mengatakan ada tiga jenis penyakit penyerta (komorbid) yang resikonya sangat tinggi di Sulsel apabila terkena virus corona, yakni diabetes melitus, hipertensi dan jantung.
"Respon dari apa yang dipaparkan gubernur dan pakar epidemologi Unhas serta dengan data ini diharapkan warga Sulawesi-Selatan yang menderita penyakit diabetes, hipertensi dan jantung betul-betul menjaga diri untuk tidak melakukan aktvitas bertemu banyak orang di luar, kalau tidak penting tidak usah keluar," sebutnya.
Nurdin menambahkan salah satu bagian dari program Wisata Covid-19 adalah membentuk Duta Covid-19 sebagai edukator di masyarakat. "Dalam Program ini ada banyak kegiatan produktif yang dirancang untuk peserta misalnya, melakukan olahraga rutin setiap pagi, menyediakan nutrisi optimal, dukungan psikososial, pemantauan kesehatan dan pemeriksaan laboratorium.serta tidak kalah penting kelas edukasi untuk menyiapkan peserta menjadi Duta Covid-19, ini sebagai bentuk pemberdayaan dalam mengedukasi masyarakat dalam pencegahan Covid-19 pada saat mereka sudah kembali ke lingkungan masin-masing," tambahnya
"Melalui kerja sama dan sinergi yang baik dengan jajaran Forkopimda, pemerintah kabupaten/kota dan seluruh elemen masyarakat maka penyebaran Covid-19 di Sulawesi Selatan bisa dikendalikan, dilihat dari angka Reproduksi (Rt) Sulawesi Selatan saat ini adalah dibawah 1 artinya dalam 14 hari ini sudah banyak intervensi yang dilakukan secara baik," tutupnya.
Sementara itu, Kepala BNPB Doni Manardo mengatakan ada tiga jenis penyakit penyerta (komorbid) yang resikonya sangat tinggi di Sulsel apabila terkena virus corona, yakni diabetes melitus, hipertensi dan jantung.
"Respon dari apa yang dipaparkan gubernur dan pakar epidemologi Unhas serta dengan data ini diharapkan warga Sulawesi-Selatan yang menderita penyakit diabetes, hipertensi dan jantung betul-betul menjaga diri untuk tidak melakukan aktvitas bertemu banyak orang di luar, kalau tidak penting tidak usah keluar," sebutnya.
Lihat Juga :