Warga Resah Ada Patok Pembatas di Sawah Mereka, Diduga Dilakukan Pihak PT IP
Rabu, 08 Desember 2021 - 14:14 WIB
loading...
Patok-patok yang diduga milik PT Indonesia Power yang dipasang secara tiba-tiba di lahan sawah milik warga di Desa Mukapayung, Kecamatan Cililin, KBB, yang membuat warga resah. Foto/MPI/Adi Haryanto
A
A
A
BANDUNG BARAT - Warga Desa Mukapayung, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat (KBB) dibuat resah dengan adanya patok-patok pembatas yang terpasang di sawah-sawah mereka tanpa ada pemberitahuan terlebih dahulu.
Patok berwarna kuning itu tidak diketahui dipasang oleh siapa, hanya warga menduga kuat hal tersebut dilakukan oleh PT Indonesia Power (IP), mengingat lahan sawah warga lokasinya tidak jauh dari tanah milik perusahaan tersebut. Baca juga: PBNU Perintahkan Panitia Muktamar Urus Perizinan
“Saya tidak tahu siapa dan kapan patok-patok ini dipasang," kata warga Kampung Cileutik, Desa Mukapayung, Kecamatan Cililin, Ida, Rabu (7/12/2021).
Ida menyebutkan, bukan hanya sawah miliknya yang kena patok tapi banyak juga warga yang lain. Padahal selama ini dirinya tidak pernah ada yang mengajak komunikasi, tapi masih rajin membayar pajak. Sehingga tanah tersebut adalah miliknya sepenuhnya dan tidak ada kaitan dengan IP."Kami masih bayar pajak, jadi kenapa itu dipatok. Kan warga di sini jadi resah," keluhnya.
Menyikapi keresahan warganya, Kepala Desa Mukapayung, Firman Supriyanto mengancam akan mencabuti patok-patok tersebut. Pasalnya pihak desa juga tidak mendapatkan pemberitahuan apapun terkait pemasangan patok-patok di lahan milik warga tersebut.
Patok berwarna kuning itu tidak diketahui dipasang oleh siapa, hanya warga menduga kuat hal tersebut dilakukan oleh PT Indonesia Power (IP), mengingat lahan sawah warga lokasinya tidak jauh dari tanah milik perusahaan tersebut. Baca juga: PBNU Perintahkan Panitia Muktamar Urus Perizinan
“Saya tidak tahu siapa dan kapan patok-patok ini dipasang," kata warga Kampung Cileutik, Desa Mukapayung, Kecamatan Cililin, Ida, Rabu (7/12/2021).
Ida menyebutkan, bukan hanya sawah miliknya yang kena patok tapi banyak juga warga yang lain. Padahal selama ini dirinya tidak pernah ada yang mengajak komunikasi, tapi masih rajin membayar pajak. Sehingga tanah tersebut adalah miliknya sepenuhnya dan tidak ada kaitan dengan IP."Kami masih bayar pajak, jadi kenapa itu dipatok. Kan warga di sini jadi resah," keluhnya.
Menyikapi keresahan warganya, Kepala Desa Mukapayung, Firman Supriyanto mengancam akan mencabuti patok-patok tersebut. Pasalnya pihak desa juga tidak mendapatkan pemberitahuan apapun terkait pemasangan patok-patok di lahan milik warga tersebut.
Lihat Juga :