Gubernur ASR Hadiri PSBM XXVI, Sultra Dapat Tambahan Cetak Sawah 10 Ribu Hektare
Sabtu, 28 Maret 2026 - 12:41 WIB
loading...
Gubernur Sultra Andi Sumangerukka memperkuat hubungan dengan pemerintah pusat dan mendorong kerja sama lintas sektor demi mempercepat pembangunan di daerah. Foto: Ist
A
A
A
MAKASSAR - Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Andi Sumangerukka menjadi salah satu pembicara dalam Pertemuan Saudagar Bugis-Makassar (PSBM) XXVI yang digelar di Ballroom Hotel Claro Makassar, Kamis (26/3/2026). Kehadiran Gubernur ASR merupakan bagian dari langkah Pemprov Sultra memperkuat hubungan dengan pemerintah pusat serta mendorong kerja sama lintas sektor demi mempercepat pembangunan di daerah.
Andi menegaskan komitmennya membangun Sultra dengan semangat pengabdian dan kepemimpinan yang penuh integritas. “Jangan pernah bertanya apa yang kau dapatkan dari negara, tapi apa yang kau berikan untuk negara. Selaku pemimpin saya memegang prinsip ‘ikan busuk mulai dari kepalanya’, saya harus dalam keadaan bagus agar seluruh ‘badan” Provinsi Sultra juga ikut bagus,” ungkapnya.
Baca juga: Gubernur Sultra Pastikan Tunjangan Guru Dibayarkan Sebelum Lebaran
Dia menuturkan nilai-nilai tersebut bukan hanya sekadar slogan melainkan terbentuk dari pengalaman hidupnya sejak kecil di Sulawesi Tenggara, terutama ketika tinggal di Pulau Wawonii, Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep). Dia melihat langsung ketulusan masyarakat yang membantu keluarganya tanpa mengharapkan imbalan apa pun.
Kenangan itu kemudian membentuk tekad kuatnya untuk membalas kebaikan masyarakat melalui kerja nyata dan kebijakan yang berpihak kepada rakyat. Semangat pengabdian tersebut juga tercermin dalam cara kepemimpinannya saat ini, termasuk komitmen menjaga integritas dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah.
Andi menegaskan komitmennya membangun Sultra dengan semangat pengabdian dan kepemimpinan yang penuh integritas. “Jangan pernah bertanya apa yang kau dapatkan dari negara, tapi apa yang kau berikan untuk negara. Selaku pemimpin saya memegang prinsip ‘ikan busuk mulai dari kepalanya’, saya harus dalam keadaan bagus agar seluruh ‘badan” Provinsi Sultra juga ikut bagus,” ungkapnya.
Baca juga: Gubernur Sultra Pastikan Tunjangan Guru Dibayarkan Sebelum Lebaran
Dia menuturkan nilai-nilai tersebut bukan hanya sekadar slogan melainkan terbentuk dari pengalaman hidupnya sejak kecil di Sulawesi Tenggara, terutama ketika tinggal di Pulau Wawonii, Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep). Dia melihat langsung ketulusan masyarakat yang membantu keluarganya tanpa mengharapkan imbalan apa pun.
Kenangan itu kemudian membentuk tekad kuatnya untuk membalas kebaikan masyarakat melalui kerja nyata dan kebijakan yang berpihak kepada rakyat. Semangat pengabdian tersebut juga tercermin dalam cara kepemimpinannya saat ini, termasuk komitmen menjaga integritas dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah.
Lihat Juga :