Jadikan Peringatan Perjuangan Rakyat Marabahan Momentum Introspeksi
Selasa, 07 Desember 2021 - 13:25 WIB
loading...
Bupati Barito Kuala (Batola) Noormiliyani AS saat membina Upacara Peringatan Hari Perjuangan Rakyat Marabahan Tahun 2021, Senin (06/12/2021).
A
A
A
MARABAHAN - Peringatan Hari Perjuangan Rakyat Marabahan bukan semata seremonial namun harus sarat makna. Jadikan momentum ini untuk melakukan introspeksi sejauh mana komponen masyarakat dapat mewarisi nilai-nilai perjuangan. Demikian diutarakan Bupati Barito Kuala (Batola) Noormiliyani AS saat membina Upacara Peringatan Hari Perjuangan Rakyat Marabahan Tahun 2021 di Halaman Kantor Sekretariat Daerah (Setda) Batola, Senin (06/12/2021).
“Yang perlu kita renungi saat ini seberapa jauh komponen masyarakat dapat mewarisi nilai-nilai perjuangan, melanjutkan, serta mengisi kemerdekaan demi mencapai kehidupan masyarakat yang sejahtera, adil, dan makmur,” katanya. Oleh karenanya, lanjut Noormiliyani, peringatan harus mampu melahirkan ide dan gagasan mentransformasikan semangat perjuangan pahlawan menjadi keuletan dalam melaksanakan pembangunan, khususnya di Bumi Ije Jela tercinta.
Khusus untuk ASN lingkup Pemkab Batola, bupati perempuan pertama di Kalsel, ini mengharapkan agar peringatan yang bertepatan akhir tahun anggaran dapat dijadikan untuk melakukan evaluasi terhadap kinerja masing-masing.
“Sehubungan akan berakhirnya tahun anggaran 2021 dan tertib administrasi pelaksanaan dan pengelolaan keuangan daerah agar memperhatikan batas waktu pengajuan SPM GU/TU/LS dan pengiriman SPM nihil tahun anggaran 2021,” kata Noormiliyani.
Wanita yang pernah menjabat Ketua DPRD Provinsi Kalsel ini selanjutnya mengharapkan pada Desember ini masing-masing SKPD memaksimalkan penyerapan anggaran. Selain itu juga mulai memikirkan, merencanakan, dan menyusun rangkaian program dan kegiatan prioritas untuk 2022 mendatang. Dengan demikian pada awal tahun anggaran baru semuanya dapat bekerja optimal.
“Yang perlu kita renungi saat ini seberapa jauh komponen masyarakat dapat mewarisi nilai-nilai perjuangan, melanjutkan, serta mengisi kemerdekaan demi mencapai kehidupan masyarakat yang sejahtera, adil, dan makmur,” katanya. Oleh karenanya, lanjut Noormiliyani, peringatan harus mampu melahirkan ide dan gagasan mentransformasikan semangat perjuangan pahlawan menjadi keuletan dalam melaksanakan pembangunan, khususnya di Bumi Ije Jela tercinta.
Khusus untuk ASN lingkup Pemkab Batola, bupati perempuan pertama di Kalsel, ini mengharapkan agar peringatan yang bertepatan akhir tahun anggaran dapat dijadikan untuk melakukan evaluasi terhadap kinerja masing-masing.
“Sehubungan akan berakhirnya tahun anggaran 2021 dan tertib administrasi pelaksanaan dan pengelolaan keuangan daerah agar memperhatikan batas waktu pengajuan SPM GU/TU/LS dan pengiriman SPM nihil tahun anggaran 2021,” kata Noormiliyani.
Wanita yang pernah menjabat Ketua DPRD Provinsi Kalsel ini selanjutnya mengharapkan pada Desember ini masing-masing SKPD memaksimalkan penyerapan anggaran. Selain itu juga mulai memikirkan, merencanakan, dan menyusun rangkaian program dan kegiatan prioritas untuk 2022 mendatang. Dengan demikian pada awal tahun anggaran baru semuanya dapat bekerja optimal.
Lihat Juga :