Bila Ada PSBB Jilid IV, Ini Pendapat Para Pengusaha Kuliner

Senin, 08 Juni 2020 - 10:22 WIB
loading...
Bila Ada PSBB Jilid...
ilustrasi
A A A
SURABAYA - Usulan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini kepada Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa agar tidak memperpanjang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) menuai respons positif kalangan pengusaha. Utamanya pengusaha kuliner.

"Kalau dilihat dari PSBB pertama sampai terakhir, sangat berdampak sekali (ke bisnis kuliner). Kita sih berharap tidak ada PSBB jilid 4," kata Founder and CEO Baba Rafi Enterprise, Hendy Setiono saat dihubungi, Senin (8/6/2020).(baca juga: Perhimpunan Ojol Jatim Harap Tidak Ada PSBB Jilid 4 di Surabaya Raya )

Meski demikian, jika pemerintah tetap menjalankan PSBB jilid 4, pihaknya tetap akan mematuhi aturan pemerintah sesuai protokol kesehatan. "Kalau ada Jilid 4, kita patuh dan setuju saja. Asal, ada pelonggaran. Sebenarnya, kalau disuruh memilih, dilihat dari segi ekonomi jelas kami memilih tidak ada PSBB," lanjutnya.(baca juga: Jelang PSBB III Berakhir, Surabaya Raya Masih Zona Merah )

Hendi menambahkan, makanan kebab Turki yang menjadi bisnisnya, memang rata-rata lebih diminati masyarakat pada jam jam malam. Ketika terjadi pembatasan jam malam saat PSBB, praktis seluruh store kebabnya, tidak bisa beroperasi pada malam hari. "Apalagi, ada aturan tidak bisa dimakan di tempat. Omset pun turun 40 persen karena jumlah mitra, vendor, dan pemasok sudah berkurang," keluhnya.

Dampaknya, imbuhnya, tentu saja ke ekonomi masyarakat. Termasuk driver ojek online yang selama ini cukup mengandalkan pengiriman makanan lewat aplikasi. Pihaknya berkomitmen, di tengah situasi sulit saat ini, tetap tidak akan memutus hubungan kerja karyawan.

"Kalau PHK, kita nggak melakukan. Kita masih bisa bertahan meski susah payah. Beberapa restoran saya juga nggak bisa 24 jam. Ya logikanya, ada penghasilan tapi nggak bisa nabung. Makanya, kita berharap agar jam buka bisa dilonggarkan kembali," lanjutnya.

Ketua Asosiasi Pengusaha Kafe dan Restoran (Apkrindo) Jatim, Tjahjono Haryono mengatakan, akibat PSBB kondisi industri kuliner, khususnya untuk kelas menengah sangat anjlok. Secara bisnis, sebelum PSBB omset tinggal 20 persen. Lalu ada PSBB yang melarang makan ditempat. Akibatnya omset hanya 5 persen.

"Omset tersebut tidak mampu menutupi biaya operasional dan gaji karyawan. Maka kami mengusulkan kepada pemerintah agar ada pelonggaran PSBB. Setidaknya kafe maupun restoran tetap bisa melayani makan ditempat dengan penggunaan kapasitas ruang 50 persen dan penerapan protokol kesehatan," terangnya.

PSBB di Surabaya sendiri bakal berakhir hari ini, Senin (8/6/2020). Hingga Minggu malam (7/6/2020), rapat di Gedung Grahadi yang dipimpin Pemprov Jatim belum memberi keputusan terkait hal tersebut.
(msd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kecelakaan Maut di Tol...
Kecelakaan Maut di Tol Reformasi Tewaskan Ibu dan Anak Pengusaha Kuliner di Makassar
Selebgram Anggun Asal...
Selebgram Anggun Asal Surabaya Sekaligus Pengusaha Ini Gemar Berbagi Ilmu
Cerita Pengusaha Sereal...
Cerita Pengusaha Sereal Berbahan Umbi Garut, Ratusan Kali Uji Coba Kini laku 80 Ribu Boks Sebulan
Setubuhi Karyawan di...
Setubuhi Karyawan di Mobil BMW, Pengusaha Kuliner di Solo Terancam 15 Tahun Penjara
Menuju Level 1, Aglomerasi...
Menuju Level 1, Aglomerasi Surabaya Raya Diperkuat Melalui Vaksinasi Merdeka
Kisah Yoanisa Nasution...
Kisah Yoanisa Nasution dari Pemulung, Sarjana hingga Jadi Pengusaha di Padangsidimpuan
Profil Dearly Djoshua,...
Profil Dearly Djoshua, Pengusaha Kuliner yang Diduga Jadi Kekasih Baru Ari Lasso
IDEKU Hadirkan Solusi...
IDEKU Hadirkan Solusi Sistem POS Cerdas Bagi Pebisnis Kuliner
Kunjungi Hidden Gem...
Kunjungi Hidden Gem Kuliner Solo, Alam Ganjar Dengarkan Aspirasi para Pengusaha F&B
Rekomendasi
Rekam Jejak Komjen Karyoto,...
Rekam Jejak Komjen Karyoto, dari Pemberantasan Korupsi hingga Jaga Stabilitas Keamanan Nasional
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
Berita Terkini
Kapal Basarnas Terbakar...
Kapal Basarnas Terbakar di Muara Baru, 14 Unit dan 70 Personel Damkar Dikerahkan
Refly Harun Dampingi...
Refly Harun Dampingi Korban Dugaan Pemerasan Bangun Paulus di PN Jakpus
BNPP Dorong Percepatan...
BNPP Dorong Percepatan PLBN Seimanggaris, Perkuat Gerbang Negara yang Terhubung ke Koridor Ekonomi BIMP-EAGA
Ruko di Pasar Ciputat...
Ruko di Pasar Ciputat Tangsel Terbakar, Api Masih Berkobar
Jadi Kawasan Wisata,...
Jadi Kawasan Wisata, Bali Kian Dilirik Perusahaan Asuransi
Riau Bhayangkara Run...
Riau Bhayangkara Run 2026 Ciptakan Efek Ekonomi Rp58,9 Miliar
Infografis
Pemprov DKI Jakarta...
Pemprov DKI Jakarta Bakal Bangun 11 Rusun Baru, Ini Lokasinya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved