Atasi Banjir Rob, DKI Lanjutkan Proyek Tanggul Raksasa NCICD
Selasa, 07 Desember 2021 - 08:36 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Dinas SDA DKI Evaluasi Seluruh Pembangunan Sumur Resapan di Jakarta
"Dinas SDA akan mendorong dan mengupayakan agar para stakeholder yang berada di area pesisir Jakarta juga dapat turut membantu dalam proses pembangunan tanggul. Sehingga target untuk mengamankan wilayah pesisir DKI Jakarta dapat segera tercapai," ujar Kepala Dinas SDA DKI Jakarta Yusmada Faizal, Selasa (7/12/2021).
Banjir rob terjadi akibat air laut yang melimpah melewati tanggul. Sebab tinggi tanggul eksisting saat ini tidak dapat menahan gelombang pasang air lau, terutama jika Tinggi Muka Air (TMA) laut melebihi +240 PP. Rata-rata tinggi genangan yang terjadi akibat banjir rob tersebut setinggi 20-50cm.
Selain itu, Dinas SDA juga berencana membangun 2 sistem polder pesisir yaitu Polder Kamal dan Polder Marunda, yang pembangunannya terdiri dari Pintu Air, Pompa, dan Waduk. Polder tersebut nantinya akan terintegrasi dengan tanggul NCICD yang saat ini masih berproses.
"Dinas SDA akan mendorong dan mengupayakan agar para stakeholder yang berada di area pesisir Jakarta juga dapat turut membantu dalam proses pembangunan tanggul. Sehingga target untuk mengamankan wilayah pesisir DKI Jakarta dapat segera tercapai," ujar Kepala Dinas SDA DKI Jakarta Yusmada Faizal, Selasa (7/12/2021).
Banjir rob terjadi akibat air laut yang melimpah melewati tanggul. Sebab tinggi tanggul eksisting saat ini tidak dapat menahan gelombang pasang air lau, terutama jika Tinggi Muka Air (TMA) laut melebihi +240 PP. Rata-rata tinggi genangan yang terjadi akibat banjir rob tersebut setinggi 20-50cm.
Selain itu, Dinas SDA juga berencana membangun 2 sistem polder pesisir yaitu Polder Kamal dan Polder Marunda, yang pembangunannya terdiri dari Pintu Air, Pompa, dan Waduk. Polder tersebut nantinya akan terintegrasi dengan tanggul NCICD yang saat ini masih berproses.
(thm)
Lihat Juga :