Kisah Kesaktian Prabu Siliwangi Mengalahkan Macan Putih
Selasa, 07 Desember 2021 - 05:05 WIB
loading...
A
A
A
Lain cerita rakyat (mitos/epos) lain pula tafsiran ilmuwan asal negeri Belanda. Scipio, seorang peneliti Belanda pernah membuat sebuah laporan hasil penelitian yang ditujukan kepada Gubernur Jenderal VOC, Joanes Camphuijs. Scipio melaporkan hasil penelitiannya mengenai jejak sejarah istanah Kerajaan Pajajaran di kawasan Pakuan, yang sekarang dikenal daerah Batutulis Bogor.
Dalam laporan yang ditulis pada 23 Desember 1687 itu, Scipio menyampaikan, “dat hetselve paleijs en specialijck de verheven zitplaets van den getal tijgers bewaakt ent bewaart wort”. Kalau diterjemahkan begini; Bahwa istana tersebut terutama sekali tempat duduk yang ditinggikan untuk Raja 'Jawa' Pajajaran, masih berkabut dan dijaga serta dirawat oleh sejumlah besar harimau.
Hasil ekspedisi Scipio itu mengindikasikan bahwa kawasan Pakuan yang ratusan tahun sebelumnya merupakan pusat kerajaan Pajajaran telah berubah menjadi sarang harimau. Baca juga: Ratu Sakti, Raja Pajajaran yang Umbar Nafsu Birahi dengan Menikahi Istri Selir Ayahnya
Menurut Scipio fakta bahwa tempat itu menjadi sarang harimau menimbulkan mitos-mitos bernuansa mistis di kalangan penduduk sekitar Pakuan mengenai hubungan antara keberadaan harimau dan hilangnya Kerajaan Pajajaran.
Jadi, berdasarkan pada laporan Scipio, dapat disimpulkan bila mitos maung lahir karena adanya kekeliruan sebagian masyarakat dalam menafsirkan realitas.
Terlepas dari itu semua, yang jelas raja bergelar Prabu Dewataprana Sri Baduga Maharaja adalah Raja Pajajaran yang sangat terkenal. Bahkan, sampai sekarang masih banyak yang mengaguminya.
Dalam laporan yang ditulis pada 23 Desember 1687 itu, Scipio menyampaikan, “dat hetselve paleijs en specialijck de verheven zitplaets van den getal tijgers bewaakt ent bewaart wort”. Kalau diterjemahkan begini; Bahwa istana tersebut terutama sekali tempat duduk yang ditinggikan untuk Raja 'Jawa' Pajajaran, masih berkabut dan dijaga serta dirawat oleh sejumlah besar harimau.
Hasil ekspedisi Scipio itu mengindikasikan bahwa kawasan Pakuan yang ratusan tahun sebelumnya merupakan pusat kerajaan Pajajaran telah berubah menjadi sarang harimau. Baca juga: Ratu Sakti, Raja Pajajaran yang Umbar Nafsu Birahi dengan Menikahi Istri Selir Ayahnya
Menurut Scipio fakta bahwa tempat itu menjadi sarang harimau menimbulkan mitos-mitos bernuansa mistis di kalangan penduduk sekitar Pakuan mengenai hubungan antara keberadaan harimau dan hilangnya Kerajaan Pajajaran.
Jadi, berdasarkan pada laporan Scipio, dapat disimpulkan bila mitos maung lahir karena adanya kekeliruan sebagian masyarakat dalam menafsirkan realitas.
Terlepas dari itu semua, yang jelas raja bergelar Prabu Dewataprana Sri Baduga Maharaja adalah Raja Pajajaran yang sangat terkenal. Bahkan, sampai sekarang masih banyak yang mengaguminya.
Lihat Juga :