Tani Murni-PRISMA Dukung Kemandirian Pertanian Sayuran di Papua
Senin, 06 Desember 2021 - 14:47 WIB
loading...
A
A
A
Mengacu pada hal tersebut TMI dan PRISMA ingin meningkatkan kualitas produk dan daya saing hasil pertanian di Papua. Nantinya petani di Papua akan diberikan solusi berupa demo plot sebagai media pembelajaran, penyuluhan, pemilihan jenis benih sayuran, sekaligus menyediakan benih berkualitas.
"Kenapa kami pilih Papua, karena TMI ingin membawa petani kepada kemakmuran, dan itu harus dirasakan merata diseluruh di Indonesia. Sebab selama ini sayuran di Papua masih didatangkan dari daerah lain, padahal pertanian khususnya di dataran tinggi Papua punya potensi yang bagus," terangnya.
Baca juga: Potret Mengiris Hati Pengungsi Gunung Semeru, Tangis Pecah di Pelukan Khofifah
Head Of Portfolio PRISMA Gracia Christie Napitupulu menambahkan, kerja sama ini untuk mendorong pergerakan pasar yg efesien dan berkelanjutan khususnya ke petani-petani kecil di Papua. Pihaknya tertarik bekerja sama dengan TMI karena setelah melakukan observasi lapangan ternyata, TMI sudah ada di sana dalam pengembangan sayuran seperti kol, kubis, sawi, tomat, wortol, dll.
"Kami ingin kebutuhan sayuran di Papua yang selama ini disuplai dari Sulawesi dan Jawa, bisa dipenuhi sendiri oleh petani di Papua. Bagaimana penanaman, panen, hingga distribusi bisa dilakukan mandiri dan itu sejalan dengan program meningkatkan 1 juta petani rumah tangga dari tahun 2013 sampai tahun 2023," terangnya.
"Kenapa kami pilih Papua, karena TMI ingin membawa petani kepada kemakmuran, dan itu harus dirasakan merata diseluruh di Indonesia. Sebab selama ini sayuran di Papua masih didatangkan dari daerah lain, padahal pertanian khususnya di dataran tinggi Papua punya potensi yang bagus," terangnya.
Baca juga: Potret Mengiris Hati Pengungsi Gunung Semeru, Tangis Pecah di Pelukan Khofifah
Head Of Portfolio PRISMA Gracia Christie Napitupulu menambahkan, kerja sama ini untuk mendorong pergerakan pasar yg efesien dan berkelanjutan khususnya ke petani-petani kecil di Papua. Pihaknya tertarik bekerja sama dengan TMI karena setelah melakukan observasi lapangan ternyata, TMI sudah ada di sana dalam pengembangan sayuran seperti kol, kubis, sawi, tomat, wortol, dll.
"Kami ingin kebutuhan sayuran di Papua yang selama ini disuplai dari Sulawesi dan Jawa, bisa dipenuhi sendiri oleh petani di Papua. Bagaimana penanaman, panen, hingga distribusi bisa dilakukan mandiri dan itu sejalan dengan program meningkatkan 1 juta petani rumah tangga dari tahun 2013 sampai tahun 2023," terangnya.
(msd)
Lihat Juga :