Darurat Corona, Operasi Makan Gratis ACT Jangkau Sidoarjo
Rabu, 22 April 2020 - 21:36 WIB
loading...
Paket makan disalurkan untuk masyarakat yang terdampak Covid-19. Foto/Ist
A
A
A
SIDOARJO - Pandemi Covid-19 menimbulkan dampak turunan yang luar biasa di tengah masyarakat. Selain dampak kesehatan, dampak ekonomi dan sosial juga sangat dirasakan oleh masyarakat.
Sidoarjo, kawasan yang oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) disetujui menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) bersama Surabaya, dan Gresik, tentunya akan mengalami dampak sosial dan ekonomi.
Merespons kondisi ini Aksi Cepat Tanggap (ACT) Jatim, melakukan operasi makan gratis bersama mitra Nina Lapis Legit dan Catering, pada Rabu (22/4/2020). Sebanyak 75 paket makan disalurkan untuk masyarakat yang terdampak Covid-19.
Iwan, yang sehari-hari bekerja sebagai penjaga kebersihan di kawasan Bulusidokare, mengaku masih tetap harus bekerja meski di tengah pandemi.
"Sudah sejak sebulan lalu saya belum dibayar, tapi saya harus tetap bekerja karena ini tanggungjawab. Saya harus tetap menjaga kebersihan disini supaya tidak banyak sampah," ujar Iwan.
Selain tukang penjaga kebersihan, adapula Rahmad, penjual es cincau keliling, mengeluhkan turunnya pendapatannya.
"Kalau hari biasa masih mungkin dapat 150 ribu, kalau sekarang laku saja sudah alhamdulillah, kadang kalau tidak laku saya bagi-bagi ke orang-orang di jalan," ujar Rahmad
Sidoarjo, kawasan yang oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) disetujui menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) bersama Surabaya, dan Gresik, tentunya akan mengalami dampak sosial dan ekonomi.
Merespons kondisi ini Aksi Cepat Tanggap (ACT) Jatim, melakukan operasi makan gratis bersama mitra Nina Lapis Legit dan Catering, pada Rabu (22/4/2020). Sebanyak 75 paket makan disalurkan untuk masyarakat yang terdampak Covid-19.
Iwan, yang sehari-hari bekerja sebagai penjaga kebersihan di kawasan Bulusidokare, mengaku masih tetap harus bekerja meski di tengah pandemi.
"Sudah sejak sebulan lalu saya belum dibayar, tapi saya harus tetap bekerja karena ini tanggungjawab. Saya harus tetap menjaga kebersihan disini supaya tidak banyak sampah," ujar Iwan.
Selain tukang penjaga kebersihan, adapula Rahmad, penjual es cincau keliling, mengeluhkan turunnya pendapatannya.
"Kalau hari biasa masih mungkin dapat 150 ribu, kalau sekarang laku saja sudah alhamdulillah, kadang kalau tidak laku saya bagi-bagi ke orang-orang di jalan," ujar Rahmad
Lihat Juga :