Pengakuan Korban Erupsi Gunung Semeru, Tak Ada Peringatan dan Gelap Gulita
Minggu, 05 Desember 2021 - 13:31 WIB
loading...
A
A
A
"Kemudian saya lari ke halaman rumah dan tiba-tiba cuaca seperti malam hari, sudah gelap gulita. Kemudian saya tarik anak saya masuk kedalam rumah lalu pintu saya tutup. Saya sudah pasrah dan khawatir saat itu dan merasa sudah tidak akan selamat," kata dia.
Baca juga: Kisah Pertemuan Bripda Randy dan Novia Widyasari hingga Berakhir Bunuh Diri
Dirinya mengaku tidak ada tanda atau peringatan apapun sesaat sebelum Gunung Semeru erupsi. "Tidak ada tanda-tanda Semeru akan erupsi, tidak ada peringatan apapun kalau Semeru akan meletus. Saat itu saya ada di dalam rumah. Istirahat setelah aktivitas di luar, dan kejadian ini luar biasa dari tahun lalu," tuturnya.
Kemudian, suasana perlahan-lahan mulai terang dan ada cahaya, dari sanalah ia kemudian bergegas menyelamatkan diri bersama keluarganya. "Cuaca kembali terang akhirnya, terus saya lari menyelamatkan diri," tandasnya.
Baca juga: Kisah Pertemuan Bripda Randy dan Novia Widyasari hingga Berakhir Bunuh Diri
Dirinya mengaku tidak ada tanda atau peringatan apapun sesaat sebelum Gunung Semeru erupsi. "Tidak ada tanda-tanda Semeru akan erupsi, tidak ada peringatan apapun kalau Semeru akan meletus. Saat itu saya ada di dalam rumah. Istirahat setelah aktivitas di luar, dan kejadian ini luar biasa dari tahun lalu," tuturnya.
Kemudian, suasana perlahan-lahan mulai terang dan ada cahaya, dari sanalah ia kemudian bergegas menyelamatkan diri bersama keluarganya. "Cuaca kembali terang akhirnya, terus saya lari menyelamatkan diri," tandasnya.
Lihat Juga :