Tingkatkan Pemahaman Masyarakat, RS Siloam Balikpapan Gelar Edukasi HIV/AIDS
Kamis, 02 Desember 2021 - 22:03 WIB
loading...
A
A
A
Yang pertama melalui transfusi darah. Kedua lewat cairan sperma atau cairan pre ejakulasi. "Dan yang ketiga lewat cairan vagina, dan keempat melalui Air Susu Ibu. Jadi penularannya tidak semudah yang kita kira," tutur dokter Lili yang juga bertugas sebagai dokter MCU di Siloam Hospitals Balikpapan ini.
Ditambahkannya bahwa HIV tidak ditularkan melalui air liur tetapi lewat darah dan cairan sperma dan air susu ibu. "Jadi bukan dari kontak makan. Maka bagi pihak keluarga tidak perlu khawatir saat makan bersama dengan penderita AIDS," katanya.
Adapun gejala dari HIV yang pertama kali muncul adalah, demam, sakit kepala, diare, dan sariawan. Biasanya, lanjut Liliana, untuk orang dengan HIV positif menjadi AIDS itu butuh waktu yang lama dengan durasi lebih dari 10 tahun.
"Disana kalau sudah muncul AIDS maka gejala-gejala dari turunnya sistem kekebalan tubuh seperti infeksi-infeksi oportunistik akan bisa masuk ke dalam tubuh. "Jadi bisa menyebabkan infeksi TBC, kemudian penurunan berat badan yang signifikan, lalu bisa menyebabkan infeksi jamur dan lain sebagainya," tutur dokter Liliana.
Di akhir sesi edukasi, dokter Liliana mengatakan bahwa yang membunuh orang yang terinfeksi HIV/AIDS bukan penyakit itu sendiri, melainkan diskriminasi dan kebencian yg didapat dari orang sekitarnya. "Diskriminasi dan kebencian itulah yang membuat mereka takut untuk diperiksakan. Hal itulah yang juga menyebabkan penyebaran virus HIV akan terus meluas," tutupnya.
Ditambahkannya bahwa HIV tidak ditularkan melalui air liur tetapi lewat darah dan cairan sperma dan air susu ibu. "Jadi bukan dari kontak makan. Maka bagi pihak keluarga tidak perlu khawatir saat makan bersama dengan penderita AIDS," katanya.
Adapun gejala dari HIV yang pertama kali muncul adalah, demam, sakit kepala, diare, dan sariawan. Biasanya, lanjut Liliana, untuk orang dengan HIV positif menjadi AIDS itu butuh waktu yang lama dengan durasi lebih dari 10 tahun.
"Disana kalau sudah muncul AIDS maka gejala-gejala dari turunnya sistem kekebalan tubuh seperti infeksi-infeksi oportunistik akan bisa masuk ke dalam tubuh. "Jadi bisa menyebabkan infeksi TBC, kemudian penurunan berat badan yang signifikan, lalu bisa menyebabkan infeksi jamur dan lain sebagainya," tutur dokter Liliana.
Di akhir sesi edukasi, dokter Liliana mengatakan bahwa yang membunuh orang yang terinfeksi HIV/AIDS bukan penyakit itu sendiri, melainkan diskriminasi dan kebencian yg didapat dari orang sekitarnya. "Diskriminasi dan kebencian itulah yang membuat mereka takut untuk diperiksakan. Hal itulah yang juga menyebabkan penyebaran virus HIV akan terus meluas," tutupnya.
(don)
Lihat Juga :