Siasat Perlawanan Sultan Ageng Tirtayasa Hancurkan Monopoli Dagang VOC

Kamis, 02 Desember 2021 - 07:06 WIB
loading...
Siasat Perlawanan Sultan...
Siasat Perlawanan Sultan Ageng Tirtayasa Hancurkan Monopoli Dagang VOC/wikipedia
A A A
Cerita pagi kali ini menyajikan siasat perlawanan Sultan Ageng Tirtayasa dalam menghancurkan monopoli dagang VOC di masa penjajahan Belanda. Kesultanan Banten mencapai kejayaan di bawah kepemimpinan Sultan Ageng Tirtayasa pada masa 1651-1683. Selama kekuasaan Sultan Ageng Tirtayasa, Banten mengungguli Makassar dan Aceh sebagai bandar perdagangan lada terbesar di Kepulauan Indonesia.

Kekuasaan Sultan Ageng Tirtayasa yang juga dikenal sebagai Pangeran Surya ini membuat Vereenigde Oostindische Compagnie atau VOC, kongsi dagang Belanda, di Batavia terganggu dalam menjalankan monopoli perdagangannya. Sultan Ageng Tirtayasa dianggap mengganggu praktik monopoli dagang VOC dengan menerapkan politik pemerintahan yang anti-VOC.

Baca Juga: Terhasut VOC, Sultan Haji Putra Mahkota Banten Memberontak dan Kudeta Ayahnya

Sultan Ageng Tirtayasa menolak monopoli perdagangan VOC karena merugikan Banten. Selanjutnya, Sultan Ageng Tirtayasa kemudian melakukan perlawanan demi menjadikan Banten sebagai pelabuhan terbuka yang terbesar di masa itu.

Dalam buku Suma Oriental karya Tome Pires, diceritakan, Banten memang mempunyai lokasi sangat strategis sebagai pusat perdagangan internasional. VOC dan Banten pun terlibat pertikaian untuk menunjukkan wilayah siapa penguasa yang sebenarnya. Konflik Banten dengan VOC makin memanas sejak Sultan Ageng Tirtayasa melakukan perlawanan.

Sultan Ageng Tirtayasa melakukan perlawanan setelah pihak VOC melakukan blokade terhadap jalur perdagangan Banten. Dengan kelihaiannya, Sultan Ageng Tirtayasa menjalin hubungan dagang dan kerja sama dengan pedagang dari Eropa lainnya seperti Prancis, Inggris dan Denmark.

Siasat perlawanan Sultan Ageng Tirtayasa lainnya meluaskan interaksi dagang dengan negara Asia seperti China, India, dan Persia. Sultan Ageng juga membangun irigasi sepanjang Sungai Ujung Jawa sampai Pontang yang ditujukan sebagai persiapan suplai perang dan pengairan sawah.

Siasat perlawanan Sultan Ageng Tirtayasa tersebut dibuat untuk menghancurkan VOC yang sering menghadang kapal asal China yang sedang berlayar ke Banten. Di tengah situasi konflik dengan VOC, pada 1671, Sultan Ageng Tirtayasa mengamanatkan kepada Sultan Haji untuk mengurus masalah dalam negeri Banten.

Sayang, pengangkatan Sultan Haji ini menjadi blunder yang menguntungkan VOC. Dengan dukungan VOC, Sultan Haji melakukan kudeta dengan merebut kekuasaan Banten dan menjadi raja di Istana Surosowan pada 1681. Dukungan VOC itu menjadi senjata makan tuan bagi Sultan Haji yang harus menandatangani perjanjian.

VOC pun melancarkan siasat liciknya dengan memberi beberapa syarat kepada Sultan Haji yang mesti dipenuhi untuk mendapatkan bantuan kompeni Belanda. Ada empat syarat yang diajukan VOC ke Sultan Haji yakni, Pertama, Banten harus menyerahkan Cirebon kepada VOC. Kedua, VOC akan diizinkan untuk memonopoli perdagangan lada di Banten dan Sultan Banten harus mengusir para pedagang Persia, India, dan China dari Banten.

Ketiga, apabila ingkar janji, Kesultanan Banten harus membayar 600.000 ringgit kepada VOC. Keempat, pasukan Banten yang menguasai daerah pantai dan pedalaman Priangan harus segera ditarik kembali. Persyaratan itu pun diterima oleh Sultan Haji.

Baca Juga: Kisah Kekejaman Amangkurat I Bunuh 6.000 Ulama termasuk Adik dan Ayah Mertuanya


Kelakuan Sultan Haji ini membuat rakyat Banten tidak mengakuinya sebagai pemimpin. Bahkan, rakyat Banten kala itu lebih ingin melakukan perlawanan terhadap Sultan Haji yang disertai VOC. Sultan Ageng Tirtayasa beserta rakyat yang mengikuti jalurnya berniat mengambil kembali Kesultanan Banten. Pada 1682, Sultan Haji mulai terdesak oleh serangan pasukan Sultan Ageng dan istana Surosowan pun dikepung.

Pasukan Sultan Ageng Tirtayasa dipukul mundur kala itu dan pemimpinnya ini dijadikan sebagai buronan. Ia bersama para pengikutnya melarikan diri ke Rangkasbitung dan melakukan perlawanan selama kurang lebih setahun lamanya. Pada 1683, Sultan Ageng Tirtayasa tertangkap karena ditipu oleh VOC. Sultan Ageng Tirtayasa dipenjara Belanda di Batavia sampai 1692 hingga menutup usia.
(aww)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Di Balik Kesaktian Pangeran...
Di Balik Kesaktian Pangeran Diponegoro, Ada Keris Pusaka Bernama Kiai Bondoyudo
Kedipan Mata Komandan...
Kedipan Mata Komandan Brimob Bikin Tawanan Tewas Ditembak dari Jarak 5 Meter
Kisah Cinta Sutan Sjahrir...
Kisah Cinta Sutan Sjahrir dan Maria Mieske, Dipisahkan Penjara hingga Politik Kolonial Belanda
196 Tahun Keris Kanjeng...
196 Tahun Keris Kanjeng Kiai Nogo Siluman, Pusaka Pangeran Diponegoro Simbol Kepemimpinan Tanah Jawa
PPP Banten Gelar Mukerwil...
PPP Banten Gelar Mukerwil V, Fokus Konsolidasi Hadapi Verifikasi Pemilu 2029
Kisah Jenderal Kopassus...
Kisah Jenderal Kopassus Soegito Pertaruhkan Nyawa saat Hadapi Pemberontak Fretilin
SPMB Banten 2026 Jenjang...
SPMB Banten 2026 Jenjang SMK Dibuka Hari Ini, Berikut Cara Daftarnya
Konflik PPP Banten Dinilai...
Konflik PPP Banten Dinilai Lebih dari Sekadar Pergantian Ketua
Navaswara Angkat Legenda...
Navaswara Angkat Legenda Banten Lewat Festival Storytelling Suara Nusantara 2026
Rekomendasi
Berangkat Umrah, Ruben...
Berangkat Umrah, Ruben Onsu Serahkan Semua Masalah dalam Doa di Depan Ka'bah
IHSG Siang Anjlok 1,29%...
IHSG Siang Anjlok 1,29% ke 6.037, Sektor Keuangan dan Energi Jadi Pemberat
Tingkatkan Layanan Kesehatan...
Tingkatkan Layanan Kesehatan di Rumah Sakit, RS Pelni Gelar Pelatihan AI
Berita Terkini
Menkes: Korban Penyekapan...
Menkes: Korban Penyekapan dan Penganiayaan Brutal Pacar selama 3 Tahun Bakal Jalani Rekonstruksi Wajah
BMKG Ingatkan Dampak...
BMKG Ingatkan Dampak El Nino, Ancaman Karhutla dan Kekeringan Mengintai
Prabowo Bakal Resmikan...
Prabowo Bakal Resmikan 1.151 Km Jalan serta Hadiri Munas-Konbes NU
Hasil Munas Alim Ulama...
Hasil Munas Alim Ulama dan Konbes NU Disambut Positif PWNU Aceh
Tak Perlu Tunggu Air...
Tak Perlu Tunggu Air Mati, Perumda Bekasi Kini Bisa Deteksi Pipa Bocor Sejak Dini
2 Fakta Stasiun JIS:...
2 Fakta Stasiun JIS: Hanya Miliki Satu Peron dan Beroperasi hingga Pukul 21.30 WIB
Infografis
Ancam Hancurkan Separuh...
Ancam Hancurkan Separuh Dunia, Ini Kekuatan Sebenarnya Senjata Nuklir Pakistan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved