Kemenhub Bantu Benahi Sistem Transportasi Umum di Kota Makassar
Rabu, 01 Desember 2021 - 23:30 WIB
loading...
Sejumlah warga menggunakan bus rapid transit (BRT) saat bepergian di Kota Makassar, beberapa waktu lalu. Foto: SINDOnews/Muchtamir Zaide
A
A
A
MAKASSAR - Pemkot Makassar berkomitmen membenahi sistem transportasi umum kota. Kolaborasi dengan pemerintah pusat akan dimasifkan untuk menyempurnakannya.
Kehadiran Teman Bus melalui fasilitas Buy The Service (BTS) pun bakal menjadi cikal bakal pembenahan sistem transportasi tersebut. Angkutan umum massal ini dinilai bisa menekan persoalan transportasi di Kota Makassar.
Baca juga:Program Teman Bus Pangkas Kemacetan dan Polusi Udara
Wali Kota Makassar , Moh Ramdhan ‘Danny’ Pomanto melihat progres Teman Bus sangat baik selama beroperasi di Kota Daeng. Dia menilai masyarakat cukup cepat merespons kehadiran transportasi umum yang jauh lebih layak dan nyaman itu.
Melihat respons tersebut, Danny yakin sistem transportasi di Kota Makassar bisa semakin baik. Makanya, ia berencana turut memfasilitasi kehadiran sistem-sistem transportasi tersebut melalui pembenahan infrastruktur.
“Setelah saya banyak berdiskusi dengan international agensi dan Pak Dirjen Kemenhub, dan Makassar ditunjuk mendapatkan fasilitas angkutan umum massal yang disebut Teman Bus, alhamdulillah Makassar punya progres terbaik dari semua kota,” ucapnya.
Ke depan, ia berharap pemerintah pusat dapat menambah fasilitas ini. Kemudian, ia akan memberi dukungan dengan menyiapkan konstruksinya. Salah satunya dengan membenahi jalur-jalur yang dilalui angkutan umum tersebut.
“Progres yang baik ini mendapat dukungan penuh dari Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan kita siap menfasilitasi secara penuh utamanya di bagian konstruksi. Salah satu contohnya yakni perbaikan pedestrian,” sebutnya.
Baca juga:Pengguna Layanan Teman Bus Dikenakan Tarif Mulai Tahun Depan
Teman Bus sendiri sudah beroperasi di Kota Makassar sejak diresmikan Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan RI Budi Setiyadi, di Center Point of Indonesia (CPI), Sabtu 13 November lalu. Selama beroperasi banyak masyarakat yang mulai beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi umum.
“Nilai proyeknya ini senilai Rp1,3 T. Semua anggaran dari pusat, dan memang kita akan nanti buat jalur khusus motor. Bagusnya ini BTS karena rendah, beda sama BRT yang tinggi. Jadi BTS ini ramah disabilitas,” pungkas Danny.
Sementara itu, Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan RI, Budi Setiyadi mengaku siap mendukung komitmen Wali Kota Makassar dalam mengembangkan sistem transportasi umum.
“Kami terima masukan dari Pak Wali dan kami siap support penuh, semoga bisa masuk pada anggaran 2022. Karena kita lihat progresnya Makassar sangat baik dari daerah lain,” ujarnya.
Karenanya, Budi menilai peran pemerintah setempat sangat dibutuhkan untuk menyukseskan program ini. Sehingga nantinya program pemerintah pusat ke pemerintah daerah bisa berjalan dengan lancar.
Baca juga:Perbaiki Layanan Transportasi Publik, Kemenhub Gaungkan Teman Bus
Sebelumnya, Budi mengatakan Kota Makassar sebagai lokus Sulawesi Selatan memang perlu kehadiran transportasi umum yang memadai. Apalagi tingkat kemacetannya saat ini terus mengalami peningkatan.
“Saya lihat kondisi Kota Makassar macetnya bukan main. Kenapa? Ada kencederungan masyarakat kita tergantung pada kendaraan pribadinya. Baik motor maupun mobil. Nah dengan ini kemacetan pasti terjadi,” tandasnya.
Kehadiran Teman Bus melalui fasilitas Buy The Service (BTS) pun bakal menjadi cikal bakal pembenahan sistem transportasi tersebut. Angkutan umum massal ini dinilai bisa menekan persoalan transportasi di Kota Makassar.
Baca juga:Program Teman Bus Pangkas Kemacetan dan Polusi Udara
Wali Kota Makassar , Moh Ramdhan ‘Danny’ Pomanto melihat progres Teman Bus sangat baik selama beroperasi di Kota Daeng. Dia menilai masyarakat cukup cepat merespons kehadiran transportasi umum yang jauh lebih layak dan nyaman itu.
Melihat respons tersebut, Danny yakin sistem transportasi di Kota Makassar bisa semakin baik. Makanya, ia berencana turut memfasilitasi kehadiran sistem-sistem transportasi tersebut melalui pembenahan infrastruktur.
“Setelah saya banyak berdiskusi dengan international agensi dan Pak Dirjen Kemenhub, dan Makassar ditunjuk mendapatkan fasilitas angkutan umum massal yang disebut Teman Bus, alhamdulillah Makassar punya progres terbaik dari semua kota,” ucapnya.
Ke depan, ia berharap pemerintah pusat dapat menambah fasilitas ini. Kemudian, ia akan memberi dukungan dengan menyiapkan konstruksinya. Salah satunya dengan membenahi jalur-jalur yang dilalui angkutan umum tersebut.
“Progres yang baik ini mendapat dukungan penuh dari Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan kita siap menfasilitasi secara penuh utamanya di bagian konstruksi. Salah satu contohnya yakni perbaikan pedestrian,” sebutnya.
Baca juga:Pengguna Layanan Teman Bus Dikenakan Tarif Mulai Tahun Depan
Teman Bus sendiri sudah beroperasi di Kota Makassar sejak diresmikan Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan RI Budi Setiyadi, di Center Point of Indonesia (CPI), Sabtu 13 November lalu. Selama beroperasi banyak masyarakat yang mulai beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi umum.
“Nilai proyeknya ini senilai Rp1,3 T. Semua anggaran dari pusat, dan memang kita akan nanti buat jalur khusus motor. Bagusnya ini BTS karena rendah, beda sama BRT yang tinggi. Jadi BTS ini ramah disabilitas,” pungkas Danny.
Sementara itu, Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan RI, Budi Setiyadi mengaku siap mendukung komitmen Wali Kota Makassar dalam mengembangkan sistem transportasi umum.
“Kami terima masukan dari Pak Wali dan kami siap support penuh, semoga bisa masuk pada anggaran 2022. Karena kita lihat progresnya Makassar sangat baik dari daerah lain,” ujarnya.
Karenanya, Budi menilai peran pemerintah setempat sangat dibutuhkan untuk menyukseskan program ini. Sehingga nantinya program pemerintah pusat ke pemerintah daerah bisa berjalan dengan lancar.
Baca juga:Perbaiki Layanan Transportasi Publik, Kemenhub Gaungkan Teman Bus
Sebelumnya, Budi mengatakan Kota Makassar sebagai lokus Sulawesi Selatan memang perlu kehadiran transportasi umum yang memadai. Apalagi tingkat kemacetannya saat ini terus mengalami peningkatan.
“Saya lihat kondisi Kota Makassar macetnya bukan main. Kenapa? Ada kencederungan masyarakat kita tergantung pada kendaraan pribadinya. Baik motor maupun mobil. Nah dengan ini kemacetan pasti terjadi,” tandasnya.
(luq)
Lihat Juga :