Warga Jenuh dengan Aksi Marah-marah Pejabat di Ruang Publik

Minggu, 07 Juni 2020 - 14:31 WIB
loading...
Warga Jenuh dengan Aksi...
Beredarnya video Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini sedang marah-marah beredar di media sosial dalam menangani COVID-19 memicu beragam komentar masyarakat. Foto/Ilustrasi/SINDOnews.dok
A A A
SURABAYA - Beredarnya video pendek Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini sedang marah-marah beredar di media sosial dalam menangani COVID-19 memicu beragam komentar dari masyarakat.

Tak sedikit warga Surabaya jenuh dengan aksi yang dipertontonkan oleh Risma. "COVID-19 ini harus dihadapi dengan kerja nyata. Jangan sampai ada modus politik, pencitraan, apalagi marah di depan kamera. Sebagai warga Surabaya, saya ngelus dada," ujar Udik Laksono ketika mengomentari video Risma marah-marah. (Baca juga: Kasus WNI di Luar Negeri Positif COVID-19 Tembus 1.010 Orang)

Video kemarahan Risma yang tersebar di jagat media maya adalah buntut perseteruannya dengan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Risma mengklaim jika dua mobil dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana ( BNPB ) diperuntukkan bagi Surabaya. Namun, dari pihak Pemprov justru mengalihkannya untuk daerah lain. (Baca juga: Tjahjo Kumolo: Sistem Kerja ASN di New Normal Menyesuaikan Status PSBB)

Sementara dari pihak Pemprov Jatim langsung memberikan penjelasan bahwa dialihkannya 2 mobil laboratorium ke berbagai daerah sudah sesuai kebutuhan dan penjadwalan. Ini pun sudah dikoordinasikan dengan Dinkes Kota Surabaya.

Ketua Gugus Tugas Kuratif COVID-19 di Jatim, Joni Wahyudi menjelaskan jika mayoritas daerah di Jatim saat ini terkendala keterbatasan laboratoriun PCR. Sementara Kota Surabaya sudah memiliki laboratorium dengan kapasitas sekitar 800 sampel per hari. Belum lagi tambahan mobil PCR dari BIN yang berkapasitas 200 sampel per hari.

Pengamat politik, Ali Rifan menilai aksi marah-marah Risma di ruang publik justru memperburuk keadaan. Ali mengatakan seharusnya sebagai pemangku kebijakan, Risma bisa menyelesaikan masalah bantuan dari BNPB secara musyawarah di internal pemerintah Provinsi Jatim.

"Rakyat sudah jenuh dengan drama di ruang publik. Semua harus kerja serius untuk kepentingan rakyat. Tontonan drama di panggung politik nasional (soal perbedaan pendapat dan data) dalam penanganan COVID-19 sudah cukup membuat publik kecewa. Sebaiknya jangan ditambah lagi di daerah, ikut-ikutan. Lakukan tertib politik. Laksanakan amanah rakyat," harapnya.

Ali mengatakan seharusnya seluruh pejabat saling gotong royong bersinergi dalam melakukan penanganan COVID-19. Bukan malah saling menyalahkan yang berakibat makin memperkeruh suasana. "Sebaiknya, tidak semua di-share ke publik dalam situasi sekarang, kalau itu urusan internal. Kasihan rakyat di tengah situasi sulit sekarang harus disesaki oleh drama-drama yang kadang tidak perlu," tandasnya.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Lonjakan Covid-19 di...
Lonjakan Covid-19 di Jakarta sejak Awal 2025 Tembus 38 Kasus
Korupsi APD Covid-19,...
Korupsi APD Covid-19, Kejaksaan Tahan Sekretaris Dinas Kesehatan Sumut
Bupati Manggarai Pecat...
Bupati Manggarai Pecat 249 Tenaga Kesehatan Non-ASN, Ada Apa?
Tersangka Korupsi APD...
Tersangka Korupsi APD Covid-19, Kadinkes Sumut Ditangkap Kejaksaan
Sandiaga Uno Minta Warga...
Sandiaga Uno Minta Warga Cianjur Jaga Prokes usai Kasus Covid-19 Meningkat
Perubahan Iklim Disebut...
Perubahan Iklim Disebut Komnas HAM Jadi Krisis Terberat usai Covid-19
Zat Kimia Persisten...
Zat Kimia Persisten Ditemukan dalam 98,8% Darah Warga AS
Kepala WHO Peringatkan...
Kepala WHO Peringatkan Lebih Banyak Kasus Hantavirus akan Muncul
WHO: Wabah Hantavirus...
WHO: Wabah Hantavirus Bukan Awal Pandemi Covid-19 Berikutnya
Rekomendasi
Profil Zion Suzuki:...
Profil Zion Suzuki: Tembok Samurai Biru yang Bikin Belanda Frustrasi
Jadi Anak Pejabat, Okie...
Jadi Anak Pejabat, Okie Agustina Larang Kiesha Alvaro Flexing di Media Sosial
Rupiah Tampil Perkasa...
Rupiah Tampil Perkasa di Awal Pekan, Hari Ini Sentuh Rp17.708 per Dolar AS
Berita Terkini
Nabung Emas di BRImo...
Nabung Emas di BRImo Kini Otomatis Lewat Fitur Toggle, Modal Mulai Rp10 Ribu!
Sempat Memanas, Mahasiswa...
Sempat Memanas, Mahasiswa yang Demo di Jalan Jenderal Sudirman Akhirnya Membubarkan Diri
Mahasiswa BEM SI Kerakyatan...
Mahasiswa BEM SI Kerakyatan Bubarkan Diri, Polisi Bersihkan Sampah di Depan Gedung DPR
15 Mahasiswa Diterima...
15 Mahasiswa Diterima di Istana Wapres Gibran usai Demo di Jalan Medan Merdeka
Sahroni Apresiasi Polisi...
Sahroni Apresiasi Polisi Ringkus Pelaku Penculikan Lansia di PIK: Tangkap Apa Pun Motifnya!
Demo Mahasiswa Belum...
Demo Mahasiswa Belum Kelar, Arus Lalu Lintas di Jalan Jenderal Sudirman Tersendat
Infografis
20 PTN dengan Peminat...
20 PTN dengan Peminat Terbanyak di SNBP 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved