Kisah Janda 5 Anak di Bungo Tak Tersentuh Bantuan Sosial, Hidup dari Mengais Rongsokan

Selasa, 30 November 2021 - 11:41 WIB
loading...
Kisah Janda 5 Anak di Bungo Tak Tersentuh Bantuan Sosial, Hidup dari Mengais Rongsokan
Janda bernama Sri Riwayati (46) tak tersentuh bantuan sosial. Untuk menyambung hidup mengandalkan rongsokan.Foto/Budi Utomo
A A A
BUNGO - Seorang janda di Bungo, Jambi, harus bekerja keras untuk menghidupi kelima anaknya. Janda bernama Sri Riwayati (46) ini tak tersentuh bantuan sosial .

Untuk menyambung hidup, janda warga Lorong H.Sabri, Komplek Telkom RT.11/RW.04, Kelurahan Pasir Putih, Kecamatan Rimbo Tengah, Kabupaten Bungo, ini mengandalkan dari mencari rongsokan.

Kehidupan sedih janda tangguh ini viral di media sosial. Banyak publik yang menyoroti kenyataan hidup sang janda ini.

baca juga: Viral! Sindikat Pencurian Ayam dan Bebek di Jambi Terekam CCTV

Wanita ini terpaksa menjadi pemulung mencari pundi rupiah demi membesarkan anaknya. Dia menjadikan gerobak sampah untuk jadi rumah kedua bagi anaknya. Pekerjaan ini dilakukan sejak dirinya bersama anak-anak ditinggal sang suami tercinta.

"Kerja ini terpaksa ibu lakukan untuk membesarkan anak dan membayar kontrakan. Gerobak ini menjadi rumah anak saya yang setiap hari, saya bawa keliling mencari sampah bekas atau barang rongsokan," ungkap Sri, polos, Selasa (30/11/2021).

Pengakuannya, pekerjaaan ini dilakoni sudah bertahun-tahun. Mirisnya, selama itu tidak satupun program batuan pemerintah yang menyentuh kepada keluarganya. "Bantuan sosial dari pemerintah, tak sekalipun kami dapatkan," tuturnya. Dia bahkan balik bertanya apakah seperti dirinya bisa menerima?.

baca juga: Raup Keuntungan Rp1 Miliar, Pelaku Penipuan CPNS Diringkus Polisi

Ia kembali menuturkan, bersama anak dan gerobaknya, setiap hari keliling Kota Muara Bungo. Berangkat setelah sholat subuh keliling gang perumahan dan tempat sampah di sepanjang jalan. Jelang Maghrib baru selesai dan menjual hasil pencarian lalu pulang ke rumah. Begitulah aktifitas setiap hari ia lakukan.

"Alhamdulillah, anak terakhir besar di gerobak. Selain kebutuhan sehari, hasilnya juga untuk bayar kontrakan. Kuncinya ikhlas aja, rizki ada yang atur," tambahnya.
(msd)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1430 seconds (10.55#12.26)