Banjar Ujung Kesiman Jadi Percontohan PKM Preventif Skala Lingkungan di Denpasar
Sabtu, 06 Juni 2020 - 23:05 WIB
loading...
A
A
A
Sementara, Kaling Banjar Ujung Kesiman, I Gusti Ari Rai Temaja didampingi Klian Adat, IB Made Suryadarma mengatakan bahwa beragam upaya terus dan akan dimaksimalkan untuk mendukung penanganan Covid-19 ini. Dimana, pola utamanya yakni dari masyarakat, oleh masyarakat dan untuk masyarakat.
Pria yang akrab disapa Gung Nik ini menjelaskan bahwa sinergi terus dilaksanakan mulai dari kelurahan, desa adat, banjar adat, STT, hingga PKK. Dimana, segala bentuk kegiatan merupakan bantuan murni partisipasi masyarakat secara sukarela. Beragam bantuan sudah berhasil dikumpulkan, mulai dari donasi uang tunai, sembako, obat-obatan, vitamin, APD, disinfektan dan lainya, serta tenaga relawan.
Sedangkan program yang sudah dilaksanakan mulai dari sterilisasi wilayah, sosialisasi PHBS CTPS, wajib masker, ketahanan pangan perumahan, dan yang terpenting adalah pengecekan selektif penduduk non permanen dan penghuni kos yang dilaksanakan rutin.
“Dari Oleh Akan (Dapur DOA) kembalikan ke masyrakat yang mana kita harus mampu memberikan pemahaman yang pas pantas dan tepat setiap apa yg menjadi gerakan untuk selalu bekerja sama bergotong royong bersama mengatasi Pandemi Covid-19 ini, sehingga diperlukan adanya kesepakatan dari semua laposan masyarakat bersama bersenergi untuk kesepahaman dan keserasian demi kelematan bersama, dan PKM merupakan suatu pedomam/ panduan mengarah untuk membiasakan suatu hal yang baru menuju new normal life,” ujar Gung Nik.
Pria yang akrab disapa Gung Nik ini menjelaskan bahwa sinergi terus dilaksanakan mulai dari kelurahan, desa adat, banjar adat, STT, hingga PKK. Dimana, segala bentuk kegiatan merupakan bantuan murni partisipasi masyarakat secara sukarela. Beragam bantuan sudah berhasil dikumpulkan, mulai dari donasi uang tunai, sembako, obat-obatan, vitamin, APD, disinfektan dan lainya, serta tenaga relawan.
Sedangkan program yang sudah dilaksanakan mulai dari sterilisasi wilayah, sosialisasi PHBS CTPS, wajib masker, ketahanan pangan perumahan, dan yang terpenting adalah pengecekan selektif penduduk non permanen dan penghuni kos yang dilaksanakan rutin.
“Dari Oleh Akan (Dapur DOA) kembalikan ke masyrakat yang mana kita harus mampu memberikan pemahaman yang pas pantas dan tepat setiap apa yg menjadi gerakan untuk selalu bekerja sama bergotong royong bersama mengatasi Pandemi Covid-19 ini, sehingga diperlukan adanya kesepakatan dari semua laposan masyarakat bersama bersenergi untuk kesepahaman dan keserasian demi kelematan bersama, dan PKM merupakan suatu pedomam/ panduan mengarah untuk membiasakan suatu hal yang baru menuju new normal life,” ujar Gung Nik.
(ars)
Lihat Juga :