Kabut Gelap Gajah Mada di Trowulan yang Butakan Musuh Majapahit

Jum'at, 26 November 2021 - 06:48 WIB
loading...
Kabut Gelap Gajah Mada...
Ilustrasi Gajah Mada. Foto: Istimewa/Internet
A A A
KISAH Mahapatih Gajah Mada selalu menarik diulas. Konon, Gaja Mada memiliki kesaktian yang bisa mendatangkan kabut tebal, sehingga membutakan mata musuh yang hendak menyerang Kerajaan Majapahit.

Seperti yang tampak di Trowulan, kecamatan di Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Indonesia. Dalam kitab Kakawin Nagarakretagama yang ditulis Empu Prapanca, disebutkan bahwa Trowulan hampir setiap hari ditutupi oleh kabut.

Tetapi, itu bukan kabut sembarangan. Konon, kabut itu merupakan buatan Gajah Mada agar bisa melindungi Majapahit.

Baca juga: Strisanggrahana Hukuman Pelaku Kejahatan Seksual Zaman Majapahit

Umumnya kabut perlahan-lahan menghilang ketika hari semakin siang. Akan tetapi, kabut di Trowulan berbeda. Di mana, ketika hari semakin siang, justru kabut semakin gelap. Kabut di Trowulan juga aneh, karena di tempat panas.

Tidak hanya mendatangkan kabut tebal untuk menyelimuti Trowulan, berdasarkan cerita rakyat Gajah Mada juga bisa muncul dari balik pusaran angin, seperti dewa. Kesaktian Gajah Mada ini disebut berasal dari Kiai Pawagal.

Baca: Misteri Pembobol Gudang Emas Majapahit dan Siasat Hayam Wuruk Menjaga Istana

Namun, tidak hanya Gajah Mada yang memiliki kemampuan mendatangkan kabut tebal itu. Saat terjadi pemberontakan Ra Kuti, Kerajaan Majapahit juga diselumuti kabut tebal, hingga Gajah Mada sendiri tidak bisa melihat.

Kabut itu diturunkan dari Gunung Arjuno dan Gunung Anjasmoro, sengaja untuk mengelabui pandangan Gajah Mada.

Baca: Raden Wijaya Pewaris Hak Tahta Kerajaan Sunda Galuh, Pendiri Kerajaan Majapahit

Dalam Serat Pararaton, disebutkan bahwa dari sekian banyak pemberontakan yang paling berbahaya di pemerintahan Jayanegara adalah pemberontakan Ra Kuti yang mendapat dukungan dari Ra Yuyu, Ra Tanca, Winehsuka (1319).

Pemberontakan ini berhasil mengusir Jayanegara keluar dari Kerajaan Majapahit bersama keluarganya dan mengungsi ke Desa Bedander. Serangan pemberontakan itu diawali dengan kabut tebal yang menyelimuti Majapahit.

Baca: Kerajaan Majapahit dan Rentetan Bencana Alam yang Memicu Kehancurannya

Setelah menguasai Majapahit, Ra Kuti naik takhta menjadi raja. Tetapi tidak berlangsung lama, karena ketidakbecusan, terjadi kekacauan di mana-mana. Perampokan, pembunuhan, pemerkosaan dan rakyat diteror.

Saat rakyat Majapahit tengah mengalami penderitaan, Gajah Maja menyiapkan serangan balasan terhadap Ra Kuti. Pertama-tama, Gajah Mada membunuh Singa Parapen yang menjadi tetik sandi atau mata-mata dari Ra Kuti.

Baca: Siasat Ratu Suhita Penggal Kepala Raden Gajah untuk Padamkan Api Pemberontakan di Majapahit

Kemudian, dia mengumpulkan pasukan Bhayangkara dan yang masih setia dengan Jayanegara, serta memanggil kepala pasukan yang tengah bertugas di Bali. Serangan Gajah Mada berhasil, Ra Kuti berhasil ditaklukan.

Setelah Kerajaan Majapahit diambil alih, Jayanegara beserta keluarganya kembali ke Majapahit dan melanjutkan tugas memimpin Kerajaan Majapahit. Demikian ulasan singkat Cerita Pagi ini diakhiri, semoga memberi manfaat.

Sumber Tulisan:
Langit Kresna Hariadi, Gajah Mada, Tiga Serangkai, 2004.
Sri Wintala Achmad, Pesona dan Sisi Kelam Majapahit, Araska, 2021.
(hsk)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kisah Pilu Mpu Prapanca,...
Kisah Pilu Mpu Prapanca, Difitnah Kaum Bangsawan dan Diusir dari Istana Majapahit
Kisah Moksa Mahapatih...
Kisah Moksa Mahapatih Gajah Mada di Air Terjun Madakaripura
Harmonisasi Majapahit...
Harmonisasi Majapahit dan Campa Mulai dari Pernikahan Politik hingga Pemberian Suaka ke Raja
Kisah Raja Tribhuwana...
Kisah Raja Tribhuwana Tunggadewi Mempercayakan Perempuan Memimpin di Majapahit
Tiga Saran Gayatri Wujudkan...
Tiga Saran Gayatri Wujudkan Sumpah Palapa Gajah Mada
Sosok Mpu Nambi, Mahapatih...
Sosok Mpu Nambi, Mahapatih Pertama Kerajaan Majapahit yang Jago Siasat Perang
Indonesia di Antara...
Indonesia di Antara Quantum Warfare dan Multipolaritas
7 Perang Besar di Selat...
7 Perang Besar di Selat Malaka: Dari Jalur Rempah hingga Medan Tempur Kekuatan Dunia
Urgensi Indonesia Maritime...
Urgensi Indonesia Maritime Policy
Rekomendasi
Aturan Baru ESDM, Blending...
Aturan Baru ESDM, Blending Batu Bara Harus Dapat Restu Bahlil
Malih Tong Tong Doakan...
Malih Tong Tong Doakan Haji Bolot Cepat Sembuh, Akui Rindu Kerja Bareng Lagi
Jangan Lewatkan! Kejar...
Jangan Lewatkan! Kejar Promo Rumah, Kendaraan, & Liburan di BRI Consumer Expo 2026 Makassar
Berita Terkini
Konsep 8B Jadi Usulan...
Konsep 8B Jadi Usulan Fahira Idris untuk Wujudkan Jakarta yang Inklusif dan Berkeadilan
Korban Tewas Gempa Magnitudo...
Korban Tewas Gempa Magnitudo 6,7 di Sulteng Bertambah Jadi 3 Orang
Dihadiri Ribuan Peserta,...
Dihadiri Ribuan Peserta, Menteri UMKM Buka Musawarah Fest HIPMI Jakarta Selatan
Sinergi Adev Natural...
Sinergi Adev Natural Indonesia dan Pangdam Siliwangi Ajak Masyarakat Teladani Semangat Hijriah
Tambang Emas Tanpa Izin...
Tambang Emas Tanpa Izin Ancam Lumbung Pangan di Parimo, Muhammad Irfain Desak Pemda Tindak Tegas
Polda Metro Jaya Ungkap...
Polda Metro Jaya Ungkap Fakta Hanania Travel Sudah Bermasalah Sejak 2023
Infografis
10 Pemain Bintang yang...
10 Pemain Bintang yang Absen di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved