7 Orang Terduga Pelaku Pengeroyokan Anggota GMBI dan Perusakan Mobil di Karawang Ditangkap
Kamis, 25 November 2021 - 10:48 WIB
loading...
Sebanyak tujuh orang yang diduga melakukan pengeroyokan terhadap tiga orang anggota LSM GMBI di Jalan Interchange Karawang Barat, Karawang , Jawa Barat hingga mengalami kritis diamankan Polres Karawang, Kamis (25/11/2021). Foto SINDOnews/Nilakusuma
A
A
A
KARAWANG - Sebanyak tujuh orang yang diduga melakukan pengeroyokan terhadap tiga orang anggota LSM GMBI di Jalan Interchange Karawang Barat, Karawang , Jawa Barat hingga mengalami kritis diamankan Polres Karawang, Kamis (25/11/2021). Ketujuh orang tersebut diduga keras terlibat dalam pengeroyokan anggota GMBI yang kebetulan melintas di TKP Jalan Interchange Karawang Barat.
Baca : Fakta-fakta Bentrok Massa GMBI dengan LSM Karawang Dipicu Rebutan Limbah Pabrik
"Kami sudah mengamankan tujuh orang yang diduga terlibat dalam bentrok kemarin yang membuat tiga orang mengalami luka kritis. Beberapa orang masih kami kejar untuk mempertanggungjawabkan perbuatan mereka," kata Kapolres Karawang, AKBP Aldi Subartono, Kamis (25/11/21).
Menurut Aldi, pihaknya akan menangani premanisme dan anarkis secara tegas. Siapapun yang bersalah harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. "Negara harus hadir dan tidak boleh kalah oleh premanisme dan anarkisme. Siapapun itu akan kita hadapi jika mereka melanggar hukum," katanya.
Aldi mengatakan untuk mengantisipasi bentrok susulan pihaknya melakukan penebalan pasukan keamanan. Selain personil Polri juga ada penambahan dari unsur TNI dari Kala Hitam, Subang.
Baca : Fakta-fakta Bentrok Massa GMBI dengan LSM Karawang Dipicu Rebutan Limbah Pabrik
"Kami sudah mengamankan tujuh orang yang diduga terlibat dalam bentrok kemarin yang membuat tiga orang mengalami luka kritis. Beberapa orang masih kami kejar untuk mempertanggungjawabkan perbuatan mereka," kata Kapolres Karawang, AKBP Aldi Subartono, Kamis (25/11/21).
Menurut Aldi, pihaknya akan menangani premanisme dan anarkis secara tegas. Siapapun yang bersalah harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. "Negara harus hadir dan tidak boleh kalah oleh premanisme dan anarkisme. Siapapun itu akan kita hadapi jika mereka melanggar hukum," katanya.
Aldi mengatakan untuk mengantisipasi bentrok susulan pihaknya melakukan penebalan pasukan keamanan. Selain personil Polri juga ada penambahan dari unsur TNI dari Kala Hitam, Subang.
Lihat Juga :