Kapal Kayu Pengangkut BBM Ludes Terbakar di Perairan Lingga

Rabu, 24 November 2021 - 18:49 WIB
Kapal Kayu Pengangkut BBM Ludes Terbakar di Perairan Lingga
Petugas hanya bisa menyaksikan kapal kayu ludes dilalap api di Perairan Sungai Buluh, Kecamatan Dabo Singkep, Kabupaten Lingga, Kepri, Rabu (23/11/2021). Foto: iNewsTV/Gusti Yennosa
A A A
LINGGA - Satu unit kapal kayu pengangkut BBM jenis pertalite, ludes terbakar di Perairan Sungai Buluh, Kecamatan Dabo Singkep, Kabupaten Lingga , Kepri, Rabu (23/11/2021).

Asap hitam membumbung tinggi membuat panik warga dan nelayan yang sedang berlabuh di pelabuhan rakyat sungai buluh, asap tebal tersebut berasal dari kapal kayu tanpa nama usai mengisi bahan bakar minyak dari SPBU Pertamina terapung.

Kapal Kayu Pengangkut BBM Ludes Terbakar di Perairan Lingga

Baca juga: Bandar Lampung Digemparkan Kapal yang Terbakar Hebat di Pelabuhan Panjang

Polisi dari Satuan Polair Polres Lingga yang bergerak ke lokasi kejadian tak bisa berbuat banyak, karena kapal bermuatan BBM jenis pertalite itu langsung terbakar habis.



Kasat Polair Polres Lingga, AKP Thomas menyebutkan, kapal kayu nahas tersebut merupakan kapal pengangkut BBM jenis pertalite yang biasa mengisi BBM ke pulau-pulau di seputar Kabupaten Lingga.

“Sebelum terbakar, kapal sempat mengisi BBM jenis pertalite sebanyak 74 drum, dan minyak solar 7 drum, di Pertamina Sungai Buluh namun mengalami kebakaran pada pukul 08.30, didekat tongkang BBM,” katanya.

Kapal Kayu Pengangkut BBM Ludes Terbakar di Perairan Lingga

Baca juga: Terbakar Hebat, Belasan Kapal yang Sandar di Dermaga Pelabuhan Kota Tegal Hangus

Guna mengantisipasi makin meluasnya kebakaran, warga sempat menghanyutkan kapal kayu itu ke tengah laut sambil berupaya memadamkan api. Minimnya peralatan pemadaman membuat kapal tak bisa diselamatkan.

Sementara itu, satu orang Anak Buah Kapal (ABK) dikabarkan mengalami luka bakar dan dilarikan ke RSUD Dabo Singkep.

Terbakarnya kapal pengangkut BBM yang akan dibawa ke wilayah daik Lingga ini, membuat pasokan bbm jenis pertalite dan solar di daerah tersebut terganggu.
(nic)
Mungkin Anda Suka
Komentar
Copyright © 2021 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1259 seconds (10.55#12.26)