Tak Kunjung Terungkap Kasus Pembunuhan Ibu dan Anak Gadis di Subang Diambil Alih Polda
Selasa, 23 November 2021 - 14:05 WIB
loading...
Kasus pembunuhan ibu dan anak, Tuti Suhartini (55) dan Amalia Mustika Ratu (23) yang ditemukan dalam bagasi mobil Alphard diambil alih Polda Jabar. Foto/Dok.SINDOnews
A
A
A
BANDUNG - Polda Jabar mengambil alih kasus pembunuhan ibu dan anak di Kabupaten Subang. Hingga saat ini, kasus pembunuhan yang mendapat sorotan masyarakat luas ini masih sarat misteri. Polisi pun belum berhasil menetapkan tersangka dalam kasus pembunuhan keji ini.
Kepala Bidang Humas Polda Jabar, Kombes Pol Erdi Adrimulan Chaniago mengatakan, pelimpahan kasus pembunuhan tersebut dilakukan demi efektivitas pemeriksaan, agar pelaku pembunuhan segera terungkap.
Baca juga: Pembunuhan Ibu dan Anak Tanpa Busana di Subang, Kapolda Jabar Intruksikan Direskrimum Segera Ungkap
"Untuk kasus (pembunuhan) Subang, per tanggal 15 November kemarin perkaranya sudah dilimpahkan ke Polda Jabar," ujar Erdi seusai apel kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana di halaman Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Selasa (23/11/2021).
Menurut Erdi, semua petunjuk dan bukti-bukti yang bersifat konvensional untuk memudahkan penyelidikan dan penyidikan akan disandingkan secara digital.
"Dan kebetulan alat-alatnya ada di Polda Jabar. Jadi, untuk efisiensi waktu dan efektifitas dari penyelidikan dan penyidikan itu kita tarik," jelas Erdi.

Kepala Bidang Humas Polda Jabar, Kombes Pol Erdi Adrimulan Chaniago mengatakan, pelimpahan kasus pembunuhan tersebut dilakukan demi efektivitas pemeriksaan, agar pelaku pembunuhan segera terungkap.
Baca juga: Pembunuhan Ibu dan Anak Tanpa Busana di Subang, Kapolda Jabar Intruksikan Direskrimum Segera Ungkap
"Untuk kasus (pembunuhan) Subang, per tanggal 15 November kemarin perkaranya sudah dilimpahkan ke Polda Jabar," ujar Erdi seusai apel kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana di halaman Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Selasa (23/11/2021).
Menurut Erdi, semua petunjuk dan bukti-bukti yang bersifat konvensional untuk memudahkan penyelidikan dan penyidikan akan disandingkan secara digital.
"Dan kebetulan alat-alatnya ada di Polda Jabar. Jadi, untuk efisiensi waktu dan efektifitas dari penyelidikan dan penyidikan itu kita tarik," jelas Erdi.
Lihat Juga :