Jelang Haul di Blitar, DPP PDIP Minta Makam Bung Karno Kembali Dibuka
Sabtu, 06 Juni 2020 - 15:11 WIB
loading...
Salah satu aktifitas memperingati Haul Bung Karno di Kota Blitar.foto/dok
A
A
A
BLITAR - Peringatan haul (hari wafat) Bung Karno pada 21 Juni mendatang merupakan peringatan yang ke-50 tahun.
Ketua Bidang Ideologi dan Kaderisasi DPP PDIP,Djarot Saiful Hidayat, menyebut 50 tahun sebagai peringatan yang spesial. Karenanya ia meminta makam Bung Karno di Kota Blitar yang sejak adanya pandemik Covid-19 ditutup, kembali dibuka untuk umum.
"Jadi bisa dibuka dengan protokol covid. Misalkan yang masuk makam Bung Karno bisa dibatasi," ujar Djarot Saiful Hidayat di Istana Gebang Kota Blitar Jumat malam (5/6/2020).
Sejak merebak pandemik Covid-19, Pemkot Blitar langsung menutup seluruh kawasan wisata Bung Karno, yang didalamnya makam Bung Karno, Perpustakaan Nasional dan Istana Gebang.
Langkah yang diambil untuk mencegah penyebaran Covid-19. Jika menjelang haul nanti makam Bung Karno dibuka, jumlah mereka yang berziarah dan berdoa, kata Djarot harus diatur sedemikian rupa. Penerapan protokol kesehatan harus berlangsung ketat. Setiap peziarah wajib mengenakan masker serta mematuhi ketentuan physical distancing.
Ketua Bidang Ideologi dan Kaderisasi DPP PDIP,Djarot Saiful Hidayat, menyebut 50 tahun sebagai peringatan yang spesial. Karenanya ia meminta makam Bung Karno di Kota Blitar yang sejak adanya pandemik Covid-19 ditutup, kembali dibuka untuk umum.
"Jadi bisa dibuka dengan protokol covid. Misalkan yang masuk makam Bung Karno bisa dibatasi," ujar Djarot Saiful Hidayat di Istana Gebang Kota Blitar Jumat malam (5/6/2020).
Sejak merebak pandemik Covid-19, Pemkot Blitar langsung menutup seluruh kawasan wisata Bung Karno, yang didalamnya makam Bung Karno, Perpustakaan Nasional dan Istana Gebang.
Langkah yang diambil untuk mencegah penyebaran Covid-19. Jika menjelang haul nanti makam Bung Karno dibuka, jumlah mereka yang berziarah dan berdoa, kata Djarot harus diatur sedemikian rupa. Penerapan protokol kesehatan harus berlangsung ketat. Setiap peziarah wajib mengenakan masker serta mematuhi ketentuan physical distancing.
Lihat Juga :