alexametrics

Jelang Haul di Blitar, DPP PDIP Minta Makam Bung Karno Kembali Dibuka

loading...
Jelang Haul di Blitar, DPP PDIP Minta Makam Bung Karno Kembali Dibuka
Salah satu aktifitas memperingati Haul Bung Karno di Kota Blitar.foto/dok
A+ A-
BLITAR - Peringatan haul (hari wafat) Bung Karno pada 21 Juni mendatang merupakan peringatan yang ke-50 tahun.

Ketua Bidang Ideologi dan Kaderisasi DPP PDIP,Djarot Saiful Hidayat, menyebut 50 tahun sebagai peringatan yang spesial. Karenanya ia meminta makam Bung Karno di Kota Blitar yang sejak adanya pandemik Covid-19 ditutup, kembali dibuka untuk umum.

"Jadi bisa dibuka dengan protokol covid. Misalkan yang masuk makam Bung Karno bisa dibatasi," ujar Djarot Saiful Hidayat di Istana Gebang Kota Blitar Jumat malam (5/6/2020).



Sejak merebak pandemik Covid-19, Pemkot Blitar langsung menutup seluruh kawasan wisata Bung Karno, yang didalamnya makam Bung Karno, Perpustakaan Nasional dan Istana Gebang.

Langkah yang diambil untuk mencegah penyebaran Covid-19. Jika menjelang haul nanti makam Bung Karno dibuka, jumlah mereka yang berziarah dan berdoa, kata Djarot harus diatur sedemikian rupa. Penerapan protokol kesehatan harus berlangsung ketat. Setiap peziarah wajib mengenakan masker serta mematuhi ketentuan physical distancing.

"Mungkin minggu ketiga bulan Juni (makam Bung Karno dibuka) dengan tetap menggunakan protokol kesehatan," tambah Djarot Saiful Hidayat. Dalam kesempatan itu Djarot juga memuji, bahwa di tengah pandemik Covid-19 ini, Kota Blitar tetap melaksanakan bulan Bung Karno yang rutin diperingati setiap bulan Juni.

Rangkaian kegiatan seni budaya mulai peringatan hari lahir Pancasila 1 Juni, hari ulang tahun Bung Karno 6 Juni, tetap berjalan dengan baik. Termasuk puncak acara pada peringatan haul Bung Karno 21 Juni mendatang telah disiapkan, yang itu semua dengan mengindahkan protokol kesehatan.

"Dengan kemajuan tekhnologi kegiatan tetap berjalan. Peringatan tahun ini spesial karena berlangsung ditengah pandemi Covid," kata Djarot. Namun Djarot juga berharap, peringatan bulan Bung Karno di Kota Blitar tidak hanya sekedar untuk merayakan kenangan. Baginya, api semangat perjuangan Bung Karno harus bisa diambil.

"Tidak sekedar mengenang," tambah mantan Gubenur DKI Jakarta yang juga pernah menjadi Wali Kota Blitar dua periode itu. Djarot juga mengingatkan Bung Karno dilahirkan dimasa Indonesia krisis melawan kolonial. Kebangsaan Indonesia lagi bangkit bangkitnya mengusir penjajah dan berhasil merdeka.

Dan semangat perjuangan itu, kata Djarot harus digunakan juga untuk melawan pandemi Covid-19. Ia tidak berharap karena Covid-19 bangsa Indonesia menjadi lemah, kehilangan arah, dan putus asa. "Tidak boleh seperti itu. Justru ini membangkitkan semangat," pungkas Djarot Saiful Hidayat.
(msd)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak