Haedar Nashir: New Normal Tetap Harus Waspada dan Ikuti Protokol Kesehatan
Sabtu, 06 Juni 2020 - 12:42 WIB
loading...
Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadyah, Haedar Nashir. FOTO : IST
A
A
A
YOGYAKARTA - Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah , Haedar Nashir menyebut ada hal yang kontraproduktif memasuki era New Normal ini. Di satu sisi saatini masyarakat mulai bersemangat ke masjid dan beraktivitas seperti biasa sebagai suasana baru memasuki New Normal. Di sejumlah masjid bahkan mulai dilakukan salat Jumat.
Namun di sisi lain Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Achmad Yurianto menyampaikan adanya penambahan jumlah pasien yang positif 703 kasus terinfeksi COVID-19 di Indonesia, sehingga total pasien positif hingga Jumat pukul 12.00 WIB mencapai 29.521 kasus.
“Dari kenyataan itu. ada dua hal yang bisa dipetik. Pertama, semua boleh memasuki suasana baru dan beraktivitas publik. Kedua kasus COVID-19 masih terjadi dan belum melandai. Karena itu memasuki tatanan kehidupan baru (New Normal) warga masyarakat tetap harus mengutamakan sikap waspada dan seksama serta mengikuti protokol kesehatan dan kebijakan pemerintah” kata Haedar Nashir dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (6/6/2020).
Haedar menjelaskan bila ada yang bersemangat tinggi mendorong aktivitas umum tanpa berpijak pada data pemerintah sendiri, tentu kuranglah arif. Jangan merasa seolah wabah sudah berakhir, apalagi dengan aura angkuh. Sebab betapa berat ketika orang tertular dan bergulat menanganinya, yang akhirnya banyak korban jiwa.
Ibarat orang sakit, kalau sudah dinyatakan sehat dan boleh pulang dari rumah sakit, namun tetap harus hati-hati dan menyesuaikan diri. Jangan memaksakan diri secara berlebihan. Antarwarga tidak perlu pula saling bersilang-sengketa lagi tentang keadaan.
Namun di sisi lain Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Achmad Yurianto menyampaikan adanya penambahan jumlah pasien yang positif 703 kasus terinfeksi COVID-19 di Indonesia, sehingga total pasien positif hingga Jumat pukul 12.00 WIB mencapai 29.521 kasus.
“Dari kenyataan itu. ada dua hal yang bisa dipetik. Pertama, semua boleh memasuki suasana baru dan beraktivitas publik. Kedua kasus COVID-19 masih terjadi dan belum melandai. Karena itu memasuki tatanan kehidupan baru (New Normal) warga masyarakat tetap harus mengutamakan sikap waspada dan seksama serta mengikuti protokol kesehatan dan kebijakan pemerintah” kata Haedar Nashir dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (6/6/2020).
Haedar menjelaskan bila ada yang bersemangat tinggi mendorong aktivitas umum tanpa berpijak pada data pemerintah sendiri, tentu kuranglah arif. Jangan merasa seolah wabah sudah berakhir, apalagi dengan aura angkuh. Sebab betapa berat ketika orang tertular dan bergulat menanganinya, yang akhirnya banyak korban jiwa.
Ibarat orang sakit, kalau sudah dinyatakan sehat dan boleh pulang dari rumah sakit, namun tetap harus hati-hati dan menyesuaikan diri. Jangan memaksakan diri secara berlebihan. Antarwarga tidak perlu pula saling bersilang-sengketa lagi tentang keadaan.
Lihat Juga :