Inilah Sosok Pida, Gadis Manis Pejuang Literasi yang Pintar Mendongeng
Sabtu, 20 November 2021 - 16:25 WIB
loading...
A
A
A
Melimpahnya produksi bawang merah tak sebanding dengan jerih payah petani. Harga jualnya rendah sehingga tak dapat menutup biaya-biaya selama masa tanam. Pida pun berpikir mencari solusi agar nilai ekonomis bawang merah tinggi, dan masa simpannya lebih tahan lama.
Baca: Literasi Keuangan Masyarakat Rendah, Waspada Investasi Bodong
“Akhirnya terbesit ide untuk mengolah tanaman semusim itu menjadi bawang merah goreng. Dengan penjelasan yang detail dan argumen yang cukup kuat, gayung bersambut. Ide ini diterima oleh teman-teman,” terang gadis yang kesehariannya membuka bimbingan belajar ini.
Dengan modal uang kas, Pida dan teman-temannya mulai melakukan pengolahan bawang merah menjadi bawang goreng. Pemasaran sementara ini masih di sekitar desa dengan mengandalkan anggota karang taruna.
Baca: MNC Peduli Serahkan Bantuan untuk Rumah Baca Literasi Anak Bangsa di Semarang
Laden
Kegiatan sosial lainnya yang digagas alumnus PGRI Semarang yang adalah membantu warga yang menggelar hajatan atau sering disebut laden. Pida menggerakkan pemuda karang taruna untuk turut membantu menyiapkan perlengkapan, menjadi penerima tamu, serta mengkoordinasikan ke beberapa pihak untuk pemenuhan kebutuhan seperti peralatan memasak untuk warga yang punya hajatan.
“(Saya) inginnya menjadi manusia yang tak hanya memikirkan diri sendiri, tetapi juga harus bisa memberikan manfaat bagi orang lain. Karena, kebahagiaan hakiki adalah ketika manusia mampu memberikan kebahagian bagi sesama,” tandasnya.
Baca: Literasi Keuangan Masyarakat Rendah, Waspada Investasi Bodong
“Akhirnya terbesit ide untuk mengolah tanaman semusim itu menjadi bawang merah goreng. Dengan penjelasan yang detail dan argumen yang cukup kuat, gayung bersambut. Ide ini diterima oleh teman-teman,” terang gadis yang kesehariannya membuka bimbingan belajar ini.
Dengan modal uang kas, Pida dan teman-temannya mulai melakukan pengolahan bawang merah menjadi bawang goreng. Pemasaran sementara ini masih di sekitar desa dengan mengandalkan anggota karang taruna.
Baca: MNC Peduli Serahkan Bantuan untuk Rumah Baca Literasi Anak Bangsa di Semarang
Laden
Kegiatan sosial lainnya yang digagas alumnus PGRI Semarang yang adalah membantu warga yang menggelar hajatan atau sering disebut laden. Pida menggerakkan pemuda karang taruna untuk turut membantu menyiapkan perlengkapan, menjadi penerima tamu, serta mengkoordinasikan ke beberapa pihak untuk pemenuhan kebutuhan seperti peralatan memasak untuk warga yang punya hajatan.
“(Saya) inginnya menjadi manusia yang tak hanya memikirkan diri sendiri, tetapi juga harus bisa memberikan manfaat bagi orang lain. Karena, kebahagiaan hakiki adalah ketika manusia mampu memberikan kebahagian bagi sesama,” tandasnya.
(hsk)
Lihat Juga :