Dahsyat! Dosen ITS Ini Jadi Anggota Ilmuwan Muda Dunia
Rabu, 22 April 2020 - 17:37 WIB
loading...
A
A
A
"Selain itu, meski usia tak sepenuhnya menjadi patokan, namun anggota GYA harus memiliki gelar doktor dalam kurun waktu tiga sampai 10 tahun," ucapnya.
GYA pun mengapresiasi karya paper dan kolaborasi yang telah dibuat dengan beberapa negara lainnya. "Alhamdulillah saya sudah berhasil berkolaborasi dengan beberapa negara di antaranya Jepang, Prancis, dan Malaysia," jelasnya.
Fatma sendiri diketahui telah berhasil menulis sebanyak 30 paper dan 20 penelitian. Atas kerja keras dan prestasi mengagumkan yang dimiliki, ia dinilai layak menjadi bagian dari GYA dan rencananya akan dilantik pada Juni 2020 mendatang di Jerman.
"Menjadi anggota baru GYA, memberikan kehormatan bagi saya karena dapat berkomunikasi dengan ilmuwan hebat di penjuru dunia," ungkapnya.
Ia menambahkan, kegiatan yang akan ia lakukan setelah menjadi anggota GYA ini adalah mengadakan annual general meeting dan rencananya akan digelar di India, 9-12 Juni mendatang. "Selain itu, kami juga akan mengadakan keterbukaan ilmu pengetahuan antar negara," imbuhnya.
GYA pun mengapresiasi karya paper dan kolaborasi yang telah dibuat dengan beberapa negara lainnya. "Alhamdulillah saya sudah berhasil berkolaborasi dengan beberapa negara di antaranya Jepang, Prancis, dan Malaysia," jelasnya.
Fatma sendiri diketahui telah berhasil menulis sebanyak 30 paper dan 20 penelitian. Atas kerja keras dan prestasi mengagumkan yang dimiliki, ia dinilai layak menjadi bagian dari GYA dan rencananya akan dilantik pada Juni 2020 mendatang di Jerman.
"Menjadi anggota baru GYA, memberikan kehormatan bagi saya karena dapat berkomunikasi dengan ilmuwan hebat di penjuru dunia," ungkapnya.
Ia menambahkan, kegiatan yang akan ia lakukan setelah menjadi anggota GYA ini adalah mengadakan annual general meeting dan rencananya akan digelar di India, 9-12 Juni mendatang. "Selain itu, kami juga akan mengadakan keterbukaan ilmu pengetahuan antar negara," imbuhnya.
(eyt)