Dahsyat! Dosen ITS Ini Jadi Anggota Ilmuwan Muda Dunia
Rabu, 22 April 2020 - 17:37 WIB
loading...
Dosen Departemen Kimia ITS, Sri Fatmawati berhasil menjadi anggota akademi internasional bergengsi yaitu Global Young Academy (GYA). Foto/Ist.
A
A
A
SURABAYA - Dosen Departemen Kimia ITS, Sri Fatmawati berhasil menjadi anggota akademi internasional bergengsi yaitu Global Young Academy (GYA). Ia menjadi ilmuawan muda satu-satunya dari Indonesia yang tergabung dalam GYA.
GYA sendiri merupakan akademi ilmu pengetahuan ilmuwan muda di seluruh dunia yang bertujuan sebagai wadah kolaborasi dan dialog internasional. Tahun ini, 40 anggota baru yang berasal dari 30 negara terpilih menjadi anggota GYA.
Fatma menuturkan, untuk menjadi salah satu anggota GYA dirinya harus melewati perjalanan panjang dan seleksi yang sangat ketat. Pasalnya, GYA benar-benar menjaring ilmuwan yang memiliki expertise atau keahlian yang baik.
"Untuk menjadi anggota GYA memang tak mudah, mereka (GYA, red) perlu melihat latar belakang dan rekam jejak kita di bidang ilmu pengetahuan," kata Fatma, Rabu (22/4/2020).
Ia melanjutkan, pengalaman dalam riset pun harus kuat serta kontribusi kepada masyarakat, keaktifan anggota di bidang ilmu pengetahuan, visi misi yang dimiliki, serta bagaimana cara mereka mentransfer ilmu yang dimiliki kepada publik.
GYA sendiri merupakan akademi ilmu pengetahuan ilmuwan muda di seluruh dunia yang bertujuan sebagai wadah kolaborasi dan dialog internasional. Tahun ini, 40 anggota baru yang berasal dari 30 negara terpilih menjadi anggota GYA.
Fatma menuturkan, untuk menjadi salah satu anggota GYA dirinya harus melewati perjalanan panjang dan seleksi yang sangat ketat. Pasalnya, GYA benar-benar menjaring ilmuwan yang memiliki expertise atau keahlian yang baik.
"Untuk menjadi anggota GYA memang tak mudah, mereka (GYA, red) perlu melihat latar belakang dan rekam jejak kita di bidang ilmu pengetahuan," kata Fatma, Rabu (22/4/2020).
Ia melanjutkan, pengalaman dalam riset pun harus kuat serta kontribusi kepada masyarakat, keaktifan anggota di bidang ilmu pengetahuan, visi misi yang dimiliki, serta bagaimana cara mereka mentransfer ilmu yang dimiliki kepada publik.