Valencya Dituntut 1 Tahun Gara-gara Marahi Suami Mabuk, Mental Sang Anak Drop

Rabu, 17 November 2021 - 17:18 WIB
loading...
Valencya Dituntut 1...
Valencya dituntut 1 tahun penjara lantaran memarahi suaminya yang mabuk. Foto/SINDOnews/Nilakusuma
A A A
KARAWANG - Perseteruan suami istri antara Chan Yu Ching dengan Valencya hingga sampai ke meja persidangan berdampak terhadap mental anak-anaknya. Paling tidak itu disampaikan Angel (19), anak pertama pasangan ini yang mengaku mentalnya jatuh akibat pertengkaran kedua orang tuanya.

Dia tidak habis fikir kenapa ayahnya, Chan Yu Ching, begitu tega mau memenjarakan mamahnya, Valencya, yang sekarang dituntut jaksa 1 tahun penjara.

Baca juga: Disorot Kejagung, 3 Penyidik Polda Jabar Diperiksa Propam Terkait Kasus Istri Marahi Suami Mabuk

"Sudah dua tahun lebih mamah dan papah ribut terus sampai saling lapor polisi. Papah sudah bilang terus terang kepada saya akan memenjarakan mamah. Dia mengatakan mamah pasti masuk penjara," kata Angel, menanggapi masalah orangnya, Rabu (17/11/21).

Menurut Angel, mamahnya Valencya adalah ibu rumah tangga yang baik dalam mengurus kedua anaknya. Dia bekerja mengelola toko bangunan untuk menghidupi anaknya.

Sedangkan papahnya kebanyakan tidur di rumah dan jarang membantu Valencya di toko. "Papah datang sebentar ke toko kemudian tidur. Dia pergi kalau sudah ada temannya dan pulang larut malam dalam keadaan mabuk ," katanya.

Angel membenarkan jika ayahnya seorang pemabuk. Setiap hari dia melihat sendiri jika ayahnya mabuk. Bahkan di dalam rumah dia menyimpan minuman sampai satu lemari. Jika lemari minumannya mulai habis, maka ayahnya membeli satu koper minuman untuk diisi dalam lemari.

"Papah tiap hari minum dan itu kita saksikan setiap hari. Mamah sering marah-marah karena kesal dengan kelakuan papah. Sampai akhirnya mamah memasukan minuman di dalam lemari itu kedalam karung dan diumpetin. Tapi papah tetap beli lagi," katanya.

Baca juga: Jaksa Agung Copot Aspidum Kejati Jabar Buntut Kasus Istri Marahi Dituntut 1 Tahun

Menurut Angel, pertengkaran orang tuanya itu memang selalu terjadi karena ayahnya mabuk. Karena sering mabuk papahnya tidak fokus bekerja.

"Mamah sudah bilang ke saya sudah tidak kuat hidup dengan papah. Makanya kemudian memutuskan untuk bercerai. Setelah cerai itu kemudian persoalan datang beruntun hingga akhirnya mamah dilaporkan ke polisi," kata Angel lagi.

Angel mengaku setelah perceraian, papahnya mengaku akan memenjarakan mamah dengan melaporkan kepolisi. Bahkan niat papahnya itu disampaikan langsung kepada kedua anaknya.

"Papah bilang ke saya, mamah kamu pasti masuk penjara. Sejak itu papah selalu menjelekan mamah kepada anaknya. Karena sudah kesal saya sudah tidak mau ketemu atau telponan dengan papah," ujar angel.

Menurut Angel, mamahnya, Valencya, dia tahu tidak bersalah. Justru papahnya yang selalu bikin masalah. Makanya dia bingung kenapa mamahnya dilaporkan karena melakukan KDRT psikis.



Seharusnya psikis mamahnya yang terganggu karena ulah papahnya. " Anak-anaknya tahu betul kelakuan papahnya, tapi malah mamah yang dilaporkan. Mamah setiap hari menangis dengan kelakuan papah. Kok ini jadi kebalik, kesaksian saya di polisi tidak jadi pertimbangan hukum," katanya.

Angel berharap Tuhan dapat menolong mamahnya yang sudah dituntut 1 tahun penjara. Bahkan dia selalu mendampingi mamahnya agar kuat menghadapi cobaan akibat ulah papahnya.

"Semoga saja hakim bisa menjatuhkan vonis yang adil dengan membebaskan mamah. Tuhan pasti membantu mamah mendapatkan keadilan," katanya.

Valencya dituntut 1 tahun penjara lantaran memarahi suaminya yang mabuk. Foto/SINDOnews/Nilakusuma
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Membuka Peluang Mandiri:...
Membuka Peluang Mandiri: Pemuda Disabilitas Karawang Dibekali Keterampilan Cetak Sablon
Pengembangan Usaha Kreatif,...
Pengembangan Usaha Kreatif, Mahasiswa UMB Raih Juara Nasional UNEX 2026 di Karawang
Semangat Berbagi Iduladha:...
Semangat Berbagi Iduladha: Belasan Hewan Kurban Disalurkan untuk Warga Karawang hingga Jakarta
Ketum Gerakan Dapur...
Ketum Gerakan Dapur Indonesia Cek Kesiapan Operasional SPPG Karawang
Ribuan Sepeda Motor...
Ribuan Sepeda Motor Padati Jalur Arteri Karawang pada Arus Balik Lebaran Minggu Sore
Perkuat Operasional,...
Perkuat Operasional, PERURI Serahkan Bantuan Ambulans pada Kodim 0604/Karawang
Betrand Peto Nangis...
Betrand Peto Nangis Lihat Video Viral Sarwendah: Kok Bunda Setega Itu
Sarwendah Minta Maaf...
Sarwendah Minta Maaf usai Video Kontroversial Viral, Akui Ucapannya Kurang Tepat
Menikmati Akhir Pekan...
Menikmati Akhir Pekan Romantis di Karawang, dari Ofuro Hingga Kuliner Khas Jepang
Rekomendasi
Perbandingan Harga Tiket...
Perbandingan Harga Tiket Piala Dunia 2022 vs 2026 Bikin Melongo: Final Tembus Rp113 Juta
AS vs Paraguay: Tuan...
AS vs Paraguay: Tuan Rumah Unggul Tipis
Pengamat: Kenaikan Harga...
Pengamat: Kenaikan Harga Pertamax Minim Timbulkan Risiko Gejolak Sosial
Berita Terkini
BNPB Petakan Karhutla...
BNPB Petakan Karhutla di Sejumlah Wilayah, Sumatera dan Kalimantan Mendominasi
Gempa M5,2 Guncang Pulau...
Gempa M5,2 Guncang Pulau Karatung Sulut
Sekjen PPP Taj Yasin...
Sekjen PPP Taj Yasin dan Agus Suparmanto Dilaporkan ke Polda Metro Jaya
MNC Peduli dan Park...
MNC Peduli dan Park Hyatt Jakarta Gelar Aksi Food Rescue untuk Warga Duri Kepa
KAI Jadi Benchmark Layanan...
KAI Jadi Benchmark Layanan Publik Indonesia, Dinilai Mampu Bersaing secara Global
Begal dan Curanmor,...
Begal dan Curanmor, Kasus Besar yang Diungkap Polda Riau dalam Semalam
Infografis
Biaya Penyelenggaraan...
Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji Tahun 2026 per Embarkasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved