Keluarga Sopir Bus asal Rajagaluh Majalengka Negatif Corona
Jum'at, 05 Juni 2020 - 21:55 WIB
loading...
A
A
A
Pemeriksaan tersebut dilakukan sang sopir untuk memenuhi persyaratan agar bisa mengoperasikan bus ke Jakarta. Namun, dari rapid test yang dilakukan pada 21 Mei tersebut, hasilnya menunjukan reaktif. (BACA JUGA: Perusahaan Bus Ini Alami Kerugian Rp45 Miliar Per Bulan Selama Pandemi COVID-19 )
Dengan hasil itu, sang sopir kemudian melakukan isolasi mandiri selama 10 hari di rumah. "Nah, pada rapid test kedua tanggal 30 Mei (Sabtu), hasilnya juga kembali reaktif," kata Alimudin.
Mengetahui hasil itu, ujar dia, tim Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Kabupaten Majalengka berinisiatif melakukan pemeriksaan menggunakan swab atau tes polymerase chain reaction (PCR) bekerjasama dengan Laboratorim COVID 19 Fakultas Kedokteran Universitas Gunung Djati (Unswagati) Cirebon.
Dengan hasil itu, sang sopir kemudian melakukan isolasi mandiri selama 10 hari di rumah. "Nah, pada rapid test kedua tanggal 30 Mei (Sabtu), hasilnya juga kembali reaktif," kata Alimudin.
Mengetahui hasil itu, ujar dia, tim Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Kabupaten Majalengka berinisiatif melakukan pemeriksaan menggunakan swab atau tes polymerase chain reaction (PCR) bekerjasama dengan Laboratorim COVID 19 Fakultas Kedokteran Universitas Gunung Djati (Unswagati) Cirebon.
(awd)
Lihat Juga :