Diduga Cekcok Utang Piutang, Warga Padalarang Tewas dengan Luka Tebas di Leher

Rabu, 17 November 2021 - 10:17 WIB
Diduga Cekcok Utang Piutang, Warga Padalarang Tewas dengan Luka Tebas di Leher
Warga padalarang tewas dengan luka tebas di leher. Pembunuhan diduga karena cekcok masalah utang piutang.Foto/ilustrasi
A A A
BANDUNG BARAT - Seorang warga di Desa Jayamekar, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), tewas dengan luka tebasan benda tajam di bagian leher.

Sebelumnya, korban yang diketahui bernama Agus (45) sempat dibawa ke Klinik Harapan Sehat Padalarang untuk mendapatkan perawatan. Namun karena lukanya yang sangat parah korban akhirnya meninggal dunia.

Baca juga: Detik-detik Longsor di Mamuju Terekam Kamera, Nyaris Menimpa Warga

Berdasarkan informasi yang diperoleh korban digorok oleh rekannya sendiri, karena sebelum kejadian mereka sempat menengak minuman keras. Diduga karena terlibat cekcok akhirnya terjadi insiden tersebut.



Kepala Desa Jayamekar Siti Khoiriyah menuturkan, peristiwa tersebut terjadi pada Selasa (16/11/2021) malam. Diduga peristiwa tersebut dipicu karena permasalahan utang piutang.

"Dugaan sementara karena persoalan utang. Pelaku dan korban saling kenal, pelakunya sendiri merupakan pemilik toko yang berjualan di lokasi kejadian," ucapnya, Rabu (17/11/2021).

Baca juga: Nenek Sebatang Kara Ditemukan Tewas Telentang di Selokan Kota Tasikmalaya

Ketua RW 12, Desa Jayamekar, Ade Sunarya menuturkan, pelaku pembunuhan itu bukan merupakan warga lokal. Dia merupakan pendatang yang ngontrak dan berjualan air mineral dan juga oli mesin kendaraan.

"Pelaku bukan warga sini, dia berjualan disini dan punya aktivitas dengan komunitas angkot trayek Gunung Bentang-Padalarang," terangnya.

Ade mengaku tidak tahu percis kejadian peristiwa pembunuhan tersebut, karena tahunya dari warga setelah ada laporan. Guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, warga dan polisi sudah menutup lokasi yang merupakan tempat nongkrong tersebut.

"Dulu juga di sini pernah ada pembacokan, namun diselesaikan secara kekeluargaan. Sekarang kejadian lagi seperti ini, makanya tempat nongkrong itu ditutup sama polisi," pungkasnya.
(msd)
Mungkin Anda Suka
Komentar
Copyright © 2021 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1222 seconds (10.55#12.26)