Direndam Banjir Sintang Selama 3 Minggu Lebih, Kota Sintang Lumpuh
Senin, 15 November 2021 - 11:00 WIB
loading...
Petugas dan warga menggunakan perahu kecil untuk mengevakuasi penduduk yang terjebak banjir di Sintang, Kalimantan Barat, Senin (15/11/2021). Foto/iNewsTV/Gusti Eddy
A
A
A
SINTANG - Bencana banjir yang melanda Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat yang sudah berlangsung selama tiga minggu lebih masih belum juga surut higga Senin (15/11/2021).
![Direndam Banjir Sintang Selama 3 Minggu Lebih, Kota Sintang Lumpuh]()
Berdasarkan data yang dimiliki Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sintang, tercatat jumlah korban banjir sudah mencapai 100.000 kepala keluarga. Sedangkan pengungsi mencapai 10.381 kepala keluarga atau 33.221 jiwa.
Baca juga: Begini Penampakan Sintang Sejak Terendam Banjir 21 Oktober Lalu
Kepala BPBD Kabupetan Sintang Bernand Saragih mengatakan, jumlah data yang terdampak tesebut tersebar di 12 kecamatan.
"Hingga saat ini banjir masih menggenangi wilayah sintang, meski pun debit air sempat turun. Namun kondisi tersebut membuat warga masih bertahan di tempat pengungsian," katanya.
![Direndam Banjir Sintang Selama 3 Minggu Lebih, Kota Sintang Lumpuh]()
Foto/Antara
BPBD Sintang saat ini sudah mengoperasikan lima pos lapangan untuk melayani kebutuhan dasar warga, seperti makanan dan pelayanan kesehatan.
Baca juga: Terjebak Banjir Sintang, Kartini Melahirkan di Atas Perahu Kayu
Bernand juga mengatakan bahwa sejak bencana banjir melanda, pemerintah daerah Sintang sudah meliburkan proses belajar mengajar siswa karena sejumlah fasilitas sekolah terendam banjir.
Sejumlah fasilitas publik juga tak luput dari banjir. Sejumlah jalan protokol dan jalan poros negara juga terputus.
Diketahui banjir bandang yang menerjang Sintang, Kalimantan Barat hingga kini masih belum surut. Padahal banjir sudah terjadi sejak 21 Oktober 2021 lalu.
Sejumlah bangunan masih terendam genangan banjir dengan ketinggian bervariasi. Di antaranya bangunan rumah sakit umum (RSU) Sayang Ibu di Jalan Lintas Melawai No 32 Sintang.
Kondisi rumah sakit tersebut tak ada aktivitas lantaran terendam hingga separuh pintu. Begitu juga kantor dan pertokoan di kawasan Lintas Melawai masih terendam. Semuanya tutup karena terendam banjir bandang.
Warga di Sintang terpaksa menggunakan perahu kecil untuk keluar rumah mencari bahan makanan.

Berdasarkan data yang dimiliki Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sintang, tercatat jumlah korban banjir sudah mencapai 100.000 kepala keluarga. Sedangkan pengungsi mencapai 10.381 kepala keluarga atau 33.221 jiwa.
Baca juga: Begini Penampakan Sintang Sejak Terendam Banjir 21 Oktober Lalu
Kepala BPBD Kabupetan Sintang Bernand Saragih mengatakan, jumlah data yang terdampak tesebut tersebar di 12 kecamatan.
"Hingga saat ini banjir masih menggenangi wilayah sintang, meski pun debit air sempat turun. Namun kondisi tersebut membuat warga masih bertahan di tempat pengungsian," katanya.

Foto/Antara
BPBD Sintang saat ini sudah mengoperasikan lima pos lapangan untuk melayani kebutuhan dasar warga, seperti makanan dan pelayanan kesehatan.
Baca juga: Terjebak Banjir Sintang, Kartini Melahirkan di Atas Perahu Kayu
Bernand juga mengatakan bahwa sejak bencana banjir melanda, pemerintah daerah Sintang sudah meliburkan proses belajar mengajar siswa karena sejumlah fasilitas sekolah terendam banjir.
Sejumlah fasilitas publik juga tak luput dari banjir. Sejumlah jalan protokol dan jalan poros negara juga terputus.
Diketahui banjir bandang yang menerjang Sintang, Kalimantan Barat hingga kini masih belum surut. Padahal banjir sudah terjadi sejak 21 Oktober 2021 lalu.
Sejumlah bangunan masih terendam genangan banjir dengan ketinggian bervariasi. Di antaranya bangunan rumah sakit umum (RSU) Sayang Ibu di Jalan Lintas Melawai No 32 Sintang.
Kondisi rumah sakit tersebut tak ada aktivitas lantaran terendam hingga separuh pintu. Begitu juga kantor dan pertokoan di kawasan Lintas Melawai masih terendam. Semuanya tutup karena terendam banjir bandang.
Warga di Sintang terpaksa menggunakan perahu kecil untuk keluar rumah mencari bahan makanan.
(shf)
Lihat Juga :