Wisuda Stikes Sorowako, Prof Jasruddin Ingatkan Tak Percaya Hoaks Soal Vaksin
Senin, 15 November 2021 - 09:21 WIB
loading...
Wisuda X Stikes Batara Guru Sorowako, Kabupaten Luwu, yang berlangsung di Gedung Wanita Simpurusiang Malili, Minggu (14/11/21). Foto: Fitra Budin
A
A
A
LUWU TIMUR - Kepala Lembaga Layanan Dikti Wilayah IX Sulawesi, Prof Jasruddin hadir di Wisuda X Sarjana Keperawatan dan DIII Kebidanan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Batara Guru Sorowako, Kabupaten Luwu , yang berlangsung di Gedung Wanita Simpurusiang Malili, Minggu (14/11/21).
Dalam sambutannya, Prof Jasruddin mengingatkan agar para wisudawan dan orang tua melakukan vaksinasi . "Jangan dengarkan berita hoaks tentang vaksin, karna vaksin itu baik untuk tubuh kita," kata dia.
Prof Jasruddin juga mendoakan agar para wisudawan mendapatkan masa depan yang baik di perjalanan karir mereka dalam memasuki dunia pekerjaan.
Baca Juga: Disdik Makassar Pertimbangkan Tambah Jam PTM di Jenjang SD
Dan pada saat itu, Prof Jasruddin mengajak agar pihak Stikes Batara Guru bisa segera membuat proposal merger untuk menjadi Universitas.
"Stikes punya potensi untuk itu. Saya juga berpesan agar para alumni untuk merubah pola pikir dari pencari kerja menjadi pencipta lapangan kerja," ujarnya.
Diketahui, wisudawan tahun ini terdiri dari 109 mahasiswa yang terbagi 95 sarjana S1 Keperawatan dan 14 sarjana DIII Kebidanan.
Kegiatan tersebut, dihadiri Sekretaris Daerah, Bahri Suli, dan Ketua Stikes Batara Guru, Saktiawati.
Sekda Luwu, Bahri Suli mengatakan Stikes Batara Guru Sorowako telah banyak mengeluarkan lulusan terbaik dalam bidang kesehatan.
"Jadi mahasiswa yang telah diwisuda pada hari ini, kami berharap agar kedepannya para wisudawan jangan ada lagi yang menjadi tenaga kontrak. Meski persaingan bisa dikatakan berat, tapi saya yakin kalian semua akan terus berusaha maksimal untuk lebih meningkatkan kualitas keterampilan sehingga di manapun kalian bekerja pasti membawakan hasil yang baik," kata Bahri.
Bahri menambahkan, para wisudawan diharapkan menjadi pelopor dalam lingkup masyarakat dan di dalam pembangunan. "Kembangkan kemandirian kalian, dan berkaryalah secara profesional," kata dia.
Baca Juga: PTM Dibuka di Berbagai Daerah, Diharapkan Tidak Timbul Kluster Baru di Sekolah
Ketua Stikes Batara Guru, Saktiawati mengatakan untuk lulusan terbaik mahasiswa S1 Keperawatan, yakni Ady Esi Ali dengan IPK (3,80), lalu Sriyanti Gita Palomba dengan IPK (3,73), dan yang tebaik ke III yakni Fianita Yaita dengan IPK (3,61).
Sedangkan DIII Kebidanan, terbaik pertama yakni Yurice Oktaviani dengan IPK (3,70), lalu Ria Ariani dengan IPK (3,69), dan ke tiga Ifa Oktavia dengan IPK (3,66).
"Saya berterima kasih atas dukungan pemerintah daerah terhadap keberadaan perguruan tinggi khususnya Stikes Batara Guru," ungkapnya.
Sebelumnya, pada tahun 2019 lalu Stikes Batara Guru Sorowako juga telah meluluskan 103 mahasiswa yang terbagi 69 sarjana S1 Keperawatan dan 34 sarjana DIII Kebidanan.
Dalam sambutannya, Prof Jasruddin mengingatkan agar para wisudawan dan orang tua melakukan vaksinasi . "Jangan dengarkan berita hoaks tentang vaksin, karna vaksin itu baik untuk tubuh kita," kata dia.
Prof Jasruddin juga mendoakan agar para wisudawan mendapatkan masa depan yang baik di perjalanan karir mereka dalam memasuki dunia pekerjaan.
Baca Juga: Disdik Makassar Pertimbangkan Tambah Jam PTM di Jenjang SD
Dan pada saat itu, Prof Jasruddin mengajak agar pihak Stikes Batara Guru bisa segera membuat proposal merger untuk menjadi Universitas.
"Stikes punya potensi untuk itu. Saya juga berpesan agar para alumni untuk merubah pola pikir dari pencari kerja menjadi pencipta lapangan kerja," ujarnya.
Diketahui, wisudawan tahun ini terdiri dari 109 mahasiswa yang terbagi 95 sarjana S1 Keperawatan dan 14 sarjana DIII Kebidanan.
Kegiatan tersebut, dihadiri Sekretaris Daerah, Bahri Suli, dan Ketua Stikes Batara Guru, Saktiawati.
Sekda Luwu, Bahri Suli mengatakan Stikes Batara Guru Sorowako telah banyak mengeluarkan lulusan terbaik dalam bidang kesehatan.
"Jadi mahasiswa yang telah diwisuda pada hari ini, kami berharap agar kedepannya para wisudawan jangan ada lagi yang menjadi tenaga kontrak. Meski persaingan bisa dikatakan berat, tapi saya yakin kalian semua akan terus berusaha maksimal untuk lebih meningkatkan kualitas keterampilan sehingga di manapun kalian bekerja pasti membawakan hasil yang baik," kata Bahri.
Bahri menambahkan, para wisudawan diharapkan menjadi pelopor dalam lingkup masyarakat dan di dalam pembangunan. "Kembangkan kemandirian kalian, dan berkaryalah secara profesional," kata dia.
Baca Juga: PTM Dibuka di Berbagai Daerah, Diharapkan Tidak Timbul Kluster Baru di Sekolah
Ketua Stikes Batara Guru, Saktiawati mengatakan untuk lulusan terbaik mahasiswa S1 Keperawatan, yakni Ady Esi Ali dengan IPK (3,80), lalu Sriyanti Gita Palomba dengan IPK (3,73), dan yang tebaik ke III yakni Fianita Yaita dengan IPK (3,61).
Sedangkan DIII Kebidanan, terbaik pertama yakni Yurice Oktaviani dengan IPK (3,70), lalu Ria Ariani dengan IPK (3,69), dan ke tiga Ifa Oktavia dengan IPK (3,66).
"Saya berterima kasih atas dukungan pemerintah daerah terhadap keberadaan perguruan tinggi khususnya Stikes Batara Guru," ungkapnya.
Sebelumnya, pada tahun 2019 lalu Stikes Batara Guru Sorowako juga telah meluluskan 103 mahasiswa yang terbagi 69 sarjana S1 Keperawatan dan 34 sarjana DIII Kebidanan.
(agn)
Lihat Juga :