Lima Daerah di Jabar Ini Paling Sering Diterjang Bencana Alam

Sabtu, 13 November 2021 - 03:45 WIB
loading...
Lima Daerah di Jabar...
BPBD Jabar menyebut lima daerah paling rawan tersebut, yakni Kabupaten Bogor, Kabupaten Sukabumi, Kota Bogor, Kabupaten Ciamis, dan Kabupaten Bandung.Foto/ilustrasi
A A A
BANDUNG - Sebagai wilayah rawan bencana , Jawa Barat memiliki lima daerah yang paling sering diterjang bencana alam. Berdasarkan catatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jabar, kelima daerah paling rawan tersebut, yakni Kabupaten Bogor, Kabupaten Sukabumi, Kota Bogor, Kabupaten Ciamis, dan Kabupaten Bandung.

Kepala Pelaksana BPBD Jabar, Dani Ramdan mengungkapkan, selama 2021, Kabupaten Bogor diterjang bencana alam sebanyak 622 kejadian, Kabupaten Sukabumi 239 kejadian, Kota Bogor 178 kejadian, Kabupaten Ciamis 136 kejadian, dan Kabupaten Bandung 80 kejadian.

Baca juga: Video Viral Perselisihan Warga dan Anggota Polisi Berakhir dengan Mediasi

Dani melanjutkan, seiring penetapan status siaga satu bencana di seluruh wilayah Jabar, pihaknya mengimbau agar seluruh warga Jabar waspada mengantisipasi potensi bencana alam, terlebih warga di lima daerah paling rawan tersebut.

"Kewaspadaan harus ditingkatkan seirimg tingginya intensitas hujan saat ini," kata Dani, Jumat (12/11/2021).

Adapun bencana alam yang paling sering terjadi di Jabar, lanjut Dani, yakni tanah longsor sebanyak sebanyak 1.034 kejadian disusul angin puting beliung 525 kejadian, dan banjir sebanyak 251 kejadian.



Menyusul penetapan status siaga satu bencana alam di Provinsi Jabar tersebut, BPBD Jabar bersama unsur masyarakat pun mulai dikerahkan untuk menanggulangi dampak bencana yang terjadi.

Salah satu unsur masyarakat yang dikerahkan, yakni komunitas Jabar Quick Response (JQR). Mereka akan turut terlibat dan terjun langsung ke lokasi bencana untuk menangulangi dampak bencana alam yang terjadi di berbagai wilayah di Jabar.

"Masyarakat yang tertimpa kemalangan harus segera mendapatkan bantuan," tegas Ketua Umum JQR, Bambang Trenggono.

Sebagai langkah persiapan, lanjut Bambang, tim JQR sudah mendapatkan pelatihan khusus dari Badan SAR nasional (Basarnas). Selain tim JQR, kata Bambang, para bikers dari Bikers Brotherhood 1% MC (BB 1% MC) West Java Chapter pun ikut terlibat dalam penanggulangan bencana tersebut.

"Walau telah banyak terjun ke lokasi kebencanaan, tim disaster JQR harus memiliki kemampuan yang tersertifikasi dari Basarnas dan itu bukan hal yang mudah. Butuh proses pembelajaran, baik materi maupun aplikasi di lapangan. Kita ciptakan sumber daya manusia yang profesional dan memadai dalam menghadapi bencana," katanya.

Sementara itu, Kepala Kantor SAR Bandung, Deden Ridwansyah mengatakan, keterlibatan unsur masyarakat diharapkan dapat mempercepat upaya penanggulangan bencana.

Menurutnya, pembinaan SAR Community oleh Basarnas Bandung bertujuan untuk meningkatkan kesiapsiagaan di wilayah Jabar dan kesiapsiagaan Basarnas Bandung dalam pelaksanaan operasi SAR. Adapun bentuk pelatihannya, yakni sharing pengetahuan dan keterampilan penanggulangan banjir, arus deras, dan danau.

"Tentunya dengan semakin banyaknya potensi dan personil yang memiliki keterampilan SAR dan mitigasi kebencanaan semakin memperingan tugas dari institusi seperti Basarnas dan BPBD, kami tidak bisa bekerja sendiri harus ada sinergitas," kata Deden.

Diketahui, Gubernur Jabar, Ridwan Kamil telah menetapkan seluruh daerah di Jabar berstatus siaga satu dalam menghadapi potensi bencana seiring musim hujan yang terjadi di Jabar.

"Saya sudah mengimbau kepala daerah, bupati, wali kota, kepala BPBD, siaga satu di musim penghujan ini," tegas Ridwan Kamil usai berziarah di Taman Makam Pahlawan (TMP) Cikutra, Kota Bandung, Rabu (10/11/2021) lalu.
(msd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Gempa M7,7 Filipina...
Gempa M7,7 Filipina Picu Tsunami di Indonesia, BMKG: Tidak Masuk Zona Megathrust
Tsunami Terjadi di 3...
Tsunami Terjadi di 3 Wilayah Indonesia Pascagempa 7,7 di Filipina, BMKG: Ketinggian 9-18 Cm
Gunung Dukono Erupsi...
Gunung Dukono Erupsi Sore Ini, Luncurkan 1.200 Meter Abu Vulkanik
Ini Analisa BMKG Terkait...
Ini Analisa BMKG Terkait Gempa Besar M5,4 di Sarmi Papua
Minimalisasi Banjir...
Minimalisasi Banjir Tangsel, FPSC Susur Sungai Ciputat
Gempa M4,5 Guncang Kendari,...
Gempa M4,5 Guncang Kendari, Berpusat di Darat Akibat Sesar Aktif
UM-PTKIN 2026 Digelar...
UM-PTKIN 2026 Digelar Hari Ini, Jabar Jadi Provinsi dengan Pendaftar Terbanyak
25 Wilayah Indonesia...
25 Wilayah Indonesia Berpotensi Tsunami Akibat Gempa M7,7 di Mindanao Filipina
Dasco Panggil Satgas...
Dasco Panggil Satgas Percepatan Penanganan Bencana Sumatera
Rekomendasi
Jet Tempur Masa Depan...
Jet Tempur Masa Depan untuk Menggantikan Rafale dan Eurofighter Gagal Terwujud, Ini 4 Alasannya
YLBHI Desak Polda Metro...
YLBHI Desak Polda Metro Jaya Naikkan Status Perkara Andrie Yunus
Dirut Himbara Dikumpulin...
Dirut Himbara Dikumpulin Dasco Bersama Mensesneg, Bahas Apa?
Berita Terkini
Bobby Nasution Dukung...
Bobby Nasution Dukung Kongres HMI ke-33 Digelar di Sumatera Utara
Aksi Pelemparan ke KRL...
Aksi Pelemparan ke KRL Masih Terjadi, KAI Commuter Ingatkan Pelaku Bisa Dipenjara 15 Tahun
Gunung Merapi Luncurkan...
Gunung Merapi Luncurkan Awan Panas Guguran Sejauh 2.000 Meter
Gempa M7,8 Filipina...
Gempa M7,8 Filipina Picu Tsunami di Indonesia, Alarm Zona Megathrust yang Terlupakan
Ada FIFA Matchday Indonesia...
Ada FIFA Matchday Indonesia Vs Mozambik, Masyarakat Diimbau Hindari Kawasan GBK
Yeho Gathering 2026,...
Yeho Gathering 2026, Merayakan 20 Tahun Perjalanan Sekolah
Infografis
5 Presiden Indonesia...
5 Presiden Indonesia yang Paling Sering Reshuffle Kabinet
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved