Gempa Terkini M6,0 Guncang Bolaang Mongondow, Ini Penjelasan BMKG

Sabtu, 06 November 2021 - 23:14 WIB
Gempa Terkini M6,0 Guncang Bolaang Mongondow, Ini Penjelasan BMKG
Gempa bumi tektonik bermagnitudo 6,2 mengguncang Bolaang Mongondow Selatan. Foto/BMKG
A A A
BOLAANG MONGONDOW SELATAN - Gempa bumi mengguncang Teluk Tomini, mengguncang wilayah Bolaang Mongondow Selatan, Sabtu (6/11/2021) malam. Hasil analisis BMKG menunjukkan, terbaru gempa bumi tersebut bermagnitudo 6,0.

Baca juga: Gempa Magnitudo 6,2 Guncang Bolaang Mongondow Selatan, Getarannya Robohkan Motor di Parkiran

"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas subduksi," kata Mengko, Sabtu (6/11/2021).





Koordinator Bidang Data dan Informasi BMKG Sulut Edward H Mengko. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi ini memiliki mekanisme pergerakan sesar naik (thrust fault). Guncangan gempabumi ini dirasakan di daerah Bolaang Mongondow Timur dengan skala IV-V MMI, Kotamobagu III-IV MMI, Bolaang Mongondow, Talibu, Gorontalo dan Bitung skala III MMI, Tomohon dan Manado II-III MMI.

Baca juga: Mayat Laki-laki Misterius Membusuk di Sungai Cileueur Gemparkan Warga Ciamis

"Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami," tutur Mengko.

Hingga Sabtu (6/11/2021) pukul 23.05 WITA hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock) sebanyak satu kali gempa, dengan magnitudo 3,7.

Baca juga: Pengakuan Sopir Vanessa Angel Melaju 120 Km per Jam Jadi Bukti Awal Polisi

Kepada masyarakat, Mengko mengimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya, dan agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa.

"Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali ke dalam rumah," pungkasnya.
(eyt)
Mungkin Anda Suka
Komentar
Copyright © 2021 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2294 seconds (11.97#12.26)