Rapid Test di Warung Kopi, Enam Pengunjung Reaktif
Jum'at, 05 Juni 2020 - 01:05 WIB
loading...
A
A
A
Sementara itu, kafe tempat nongkrong yang juga menjadi tempat pelaksanaan rapid test mendapatkan sanksi tegas. Kafe tersebut akan di tutup selama tiga hari ke depan, untuk selanjutnya disemprot desinfektan dan diberikan masa tenang.
"Ke depan, kafe ini diperbolehkan buka kembali, namun harus melaksanakan protokol kesehatan secara ketat, para pegawainya pun diwajibkan untuk menggunakan masker, sarung tangan dan face shield," tandasnya.
Sementara Kombes Leonardus Simarmata menjelaskan, bahwa baik pengusaha kafe maupun pengunjungnya harus terus melaksanakan protokol kesehatan secara disiplin, serta tetap melakukan physical distancing.
"Masyarakat cenderung tidak perduli dengan keadaan yang ada, hal itu nampak bahwa banyak masyarakat yang tidak menggunakan masker, padahal kita masih pada masa transisi menuju masa new normal," pungkasnya.
Letkol Inf. Tommy Anderson mengatakan, dalam pelaksanaan opsgab kali ini ditemukan warga yang hasil rapid testnya reaktif. "Kami sangat prihatin, masyarakat masih banyak yang belum sadar bahwa ancaman COVID-19 berada di hadapan kita. Kami meminta, semuanya agar patuh dan disiplin menjalankan protokol kesehatan," tegasnya.
"Ke depan, kafe ini diperbolehkan buka kembali, namun harus melaksanakan protokol kesehatan secara ketat, para pegawainya pun diwajibkan untuk menggunakan masker, sarung tangan dan face shield," tandasnya.
Sementara Kombes Leonardus Simarmata menjelaskan, bahwa baik pengusaha kafe maupun pengunjungnya harus terus melaksanakan protokol kesehatan secara disiplin, serta tetap melakukan physical distancing.
"Masyarakat cenderung tidak perduli dengan keadaan yang ada, hal itu nampak bahwa banyak masyarakat yang tidak menggunakan masker, padahal kita masih pada masa transisi menuju masa new normal," pungkasnya.
Letkol Inf. Tommy Anderson mengatakan, dalam pelaksanaan opsgab kali ini ditemukan warga yang hasil rapid testnya reaktif. "Kami sangat prihatin, masyarakat masih banyak yang belum sadar bahwa ancaman COVID-19 berada di hadapan kita. Kami meminta, semuanya agar patuh dan disiplin menjalankan protokol kesehatan," tegasnya.
(eyt)
Lihat Juga :