Rapid Test di Warung Kopi, Enam Pengunjung Reaktif
Jum'at, 05 Juni 2020 - 01:05 WIB
loading...
Wali Kota Malang, Sutiaji; Wakil Wali Kota Malang, Sofyan Edi Jarwoko; Kapolresta Malang Kota, Kombes Leonardus Simarmata; dan Dandim 0833 Kota Malang, Letkol Inf. Tommy Anderson memimpin operasi penertiban. Foto/Dok. Humas Pemkot Malang
A
A
A
MALANG - Operasi gabungan (Opsgab) di masa transisi kembali digelar di Kota Malang, dipimpin langsung oleh Wali Kota Malang, Sutiaji; Wakil Wali Kota Malang, Sofyan Edi Jarwoko; Kapolresta Malang Kota, Kombes Leonardus Simarmata; dan Dandim 0833 Kota Malang, Letkol Inf. Tommy Anderson.
(Baca juga: Karaoke Saat Pandemi COVID-19, Pengunjung dan Wanita Seksi Diciduk )
Dalam opsgab yang ketiga kalinya ini, tim gabungan kembali menyasar kawasan kafe dan warung kopi di wilayah Sudimoro, Kamis (4/6/2020) malam. Menurut Sutiaji, opsgab ini digelar dalam rangka untuk mengingatkan masyarakat agar terus disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan menghadapi pandemi COVID-19.
"Saat ini kita sedang memasuki masa transisi pasca PSBB dan menuju ke arah hidup dengan tatanan baru atau new normal, sehingga kami berharap selepas PSBB masyarakat masih terus waspada dan tetap menjalankan protokol kesehatan secara disiplin," ujarnya.
Kali ini, lanjutnya, selain melakukan opsgab bersama TNI dan Polri, petugas gabungan juga menggelar rapid test yang langsung digunakan memeriksa masyarakat yang sedang berada warung kopi.
Berdasarkan data yang ada, dari 86 orang yang menjalani rapid ters, enam orang di antaranya hasilnya reaktif. Sutiaji langsung meminta enam orang tersebut untuk melakukan karantina mandiri.
"Kami memberikan pilihan untuk melakukan karantina mandiri di rumah dengan pengawasan dari pihak kelurahan dan puskesmas setempat. Apabila dinyatakan tidak disiplin atau tidak mampu melaksanakan karantina secara ketat, maka mereka akan kami masukkan ke rumah isolasi yang telah kami sediakan," tegas Sutiaji.
(Baca juga: Karaoke Saat Pandemi COVID-19, Pengunjung dan Wanita Seksi Diciduk )
Dalam opsgab yang ketiga kalinya ini, tim gabungan kembali menyasar kawasan kafe dan warung kopi di wilayah Sudimoro, Kamis (4/6/2020) malam. Menurut Sutiaji, opsgab ini digelar dalam rangka untuk mengingatkan masyarakat agar terus disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan menghadapi pandemi COVID-19.
"Saat ini kita sedang memasuki masa transisi pasca PSBB dan menuju ke arah hidup dengan tatanan baru atau new normal, sehingga kami berharap selepas PSBB masyarakat masih terus waspada dan tetap menjalankan protokol kesehatan secara disiplin," ujarnya.
Kali ini, lanjutnya, selain melakukan opsgab bersama TNI dan Polri, petugas gabungan juga menggelar rapid test yang langsung digunakan memeriksa masyarakat yang sedang berada warung kopi.
Berdasarkan data yang ada, dari 86 orang yang menjalani rapid ters, enam orang di antaranya hasilnya reaktif. Sutiaji langsung meminta enam orang tersebut untuk melakukan karantina mandiri.
"Kami memberikan pilihan untuk melakukan karantina mandiri di rumah dengan pengawasan dari pihak kelurahan dan puskesmas setempat. Apabila dinyatakan tidak disiplin atau tidak mampu melaksanakan karantina secara ketat, maka mereka akan kami masukkan ke rumah isolasi yang telah kami sediakan," tegas Sutiaji.
Lihat Juga :