Dinkes Surabaya Akui Hasil Swab Warga Kedung Turi Ada Revisi
Jum'at, 05 Juni 2020 - 00:46 WIB
loading...
Warga mengikuti tes swab di Kota Surabaya. Foto/SINDOnews/Ali Masduki
A
A
A
SURABAYA - Permasalahan rancunya hasil pemeriksaan terhadap belasan warga Kedung Turi, Kota Surabaya, terkuak. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya, menyatakan hasil dari pemeriksaan laboratorium terdapat revisi.
(Baca juga: Ribuan Ikan di Waduk SIER Surabaya Mati Mendadak, Ada Apa? )
Hal tersebut disampaikan Koordinator Bidang Pencegahan Gugus Tugas COVID-19 Kota Surabaya, Febria Rachmanita. Dia menjelaskan, awal dari pemeriksaan sebanyak 15 warga tersebut menunjukkan hasil reaktif. "Itu saat dilakukan pengecekan dengan rapid tes," katanya kepada media, Kamis (4/6/2020) sore.
Pemeriksaan dilanjutkan dengan tes swab. Hasil dari sampling yang dilakukan laboratorium menunjukkan negatif. Selang dua hari kemudian dikatakan dokter yang akrab disapa Feni ini ada perubahan data. "Iya, hasil yang ini diperbaiki. Direvisi. Diralat," ungkapnya.
Namun, Feni tidak menjelaskan alasan pasti mengapa data tersebut ada perubahan. Ia hanya menekankan, proses pemeriksaan sudah sesuai protap. Termasuk proses pemulangan warga. "Semua pemulangan pasien pasti ada protapnya," kata Feni.
(Baca juga: Ribuan Ikan di Waduk SIER Surabaya Mati Mendadak, Ada Apa? )
Hal tersebut disampaikan Koordinator Bidang Pencegahan Gugus Tugas COVID-19 Kota Surabaya, Febria Rachmanita. Dia menjelaskan, awal dari pemeriksaan sebanyak 15 warga tersebut menunjukkan hasil reaktif. "Itu saat dilakukan pengecekan dengan rapid tes," katanya kepada media, Kamis (4/6/2020) sore.
Pemeriksaan dilanjutkan dengan tes swab. Hasil dari sampling yang dilakukan laboratorium menunjukkan negatif. Selang dua hari kemudian dikatakan dokter yang akrab disapa Feni ini ada perubahan data. "Iya, hasil yang ini diperbaiki. Direvisi. Diralat," ungkapnya.
Namun, Feni tidak menjelaskan alasan pasti mengapa data tersebut ada perubahan. Ia hanya menekankan, proses pemeriksaan sudah sesuai protap. Termasuk proses pemulangan warga. "Semua pemulangan pasien pasti ada protapnya," kata Feni.
Lihat Juga :