Abdul Hayat Harap Kongres II KSN Lahirkan Solusi untuk Kesejahteraan Pekerja
Kamis, 04 November 2021 - 15:41 WIB
loading...
Sekprov Sulsel, Abdul Hayat Gani menghadiri Kongres II KSN, Rabu (3/11). Foto: Humas Pemprov Sulsel
A
A
A
MAKASSAR - Sekprov Sulsel , Abdul Hayat Gani membuka Kongres II Konfederasi Serikat Nusantara (KSN) yang dilaksanakan di Hotel Grand Asia, Kota Makassar, Rabu (3/11).
Dalam sambutannya, Sekprov berharap dari kongres ini, lahir pemikiran solutif dalam memperbaiki tatanan kehidupan rakyat. Khususnya bagi para pekerja/buruh dalam memantapkan langkah pengembangan organisasi, seiring dengan perkembangan zaman dengan segala dinamika dan tantangannya.
Baca juga:Data Vaksinasi Covid-19 Pemprov Sulsel dan Kabupaten/Kota Tak Sinkron
" Pandemi Covid-19 dan era revolusi industri 4.0 membuat tatanan kehidupan di dunia kerja menjadi berubah," kata Abdul Hayat dalam siaran persnya kepada SINDOnews.
Ia mengungkapkan, terhambatnya aktivitas perekonomian akibat pandemi, secara otomatis membuat pelaku usaha melakukan efisiensi untuk menekan kerugian. Akibatnya, banyak pekerja yang dirumahkan atau bahkan diberhentikan. Untuk itu, diperlukan kebijakan yang tepat dalam menanggulangi dampak yang ditimbulkan.
"Kebijakan yang dibuat tentu harus ditujukan untuk melindungi dan mengembalikan kesejahteraan masyarakat yang terdampak pandemi. Dan pemerintah harus turun tangan dalam mempersiapkan sumber daya manusia sesuai dengan kebutuhan dunia kerja pasca pandemi," ujarnya.
Dalam sambutannya, Sekprov berharap dari kongres ini, lahir pemikiran solutif dalam memperbaiki tatanan kehidupan rakyat. Khususnya bagi para pekerja/buruh dalam memantapkan langkah pengembangan organisasi, seiring dengan perkembangan zaman dengan segala dinamika dan tantangannya.
Baca juga:Data Vaksinasi Covid-19 Pemprov Sulsel dan Kabupaten/Kota Tak Sinkron
" Pandemi Covid-19 dan era revolusi industri 4.0 membuat tatanan kehidupan di dunia kerja menjadi berubah," kata Abdul Hayat dalam siaran persnya kepada SINDOnews.
Ia mengungkapkan, terhambatnya aktivitas perekonomian akibat pandemi, secara otomatis membuat pelaku usaha melakukan efisiensi untuk menekan kerugian. Akibatnya, banyak pekerja yang dirumahkan atau bahkan diberhentikan. Untuk itu, diperlukan kebijakan yang tepat dalam menanggulangi dampak yang ditimbulkan.
"Kebijakan yang dibuat tentu harus ditujukan untuk melindungi dan mengembalikan kesejahteraan masyarakat yang terdampak pandemi. Dan pemerintah harus turun tangan dalam mempersiapkan sumber daya manusia sesuai dengan kebutuhan dunia kerja pasca pandemi," ujarnya.
Lihat Juga :