Capai Rp1,3 Miliar, Dana Perjalanan Dinas Bappelitbangda Wajo Dikritik
Rabu, 03 November 2021 - 22:31 WIB
loading...
Mahasiswa Wajo mengkritisi besarnya dana perjalanan dinas Bappelitbangda Wajo yang mencapati Rp1,3 miliar. Foto: SINDOnews/Ilustrasi
A
A
A
WAJO - Anggaran perjalanan dinas di Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Kabupaten Wajo menuai kritik mahasiswa lantaran dianggap terlampau besar. Sepanjang 2021, dianggarkan mencapai Rp1,3 miliar.
Aktivis dari Aliansi Mahasiswa Indonesia Wajo Bersatu (AMIWB), Syaifullah, menyampaikan besarnya anggaran perjalanan dinas di Bappelitbangda bisa jadi pemborosan, apalagi di masa pandemi Covid-19. Lebih baik bila anggaran itu dialokasikan untuk hal yang lebih penting.
Baca juga:Kepala OPD Lingkup Pemkab Wajo Keluhkan Pembagian Porsi Anggaran APBD
"Saat ini duka pandemi belum usai, akan tetapi salah satu OPD di Wajo dinilai melakukan pemborosan anggaran. APIP harus turun tangan untuk mengusut anggaran tersebut, rinciannya harus jelas. Jangan sampai ada oknum memanfaatkan situasi pandemi untuk meraup keuntungan pribadi," ujar dia, kepada SINDO, Rabu (3/11).
Berdasarkan data yang dihimpun dari laman www.sirup.lkpp.go.id. Terdapat 29 item kegiatan belanja perjalanan yang dianggarkan Bappelitbangda Wajo. Rinciannya, sembilan item perjalanan dinas luar daerah dan delapan item perjalanan dinas dalam daerah. Selebihnya 12 item dengan nomenklatur perjalanan dinas. Total keseluruhan 29 item perjalanan dinas itu mencapai Rp1,35 miliar.
"Anggaran tersebut sangat fantastis, dan diduga hanya Bappelitbangda yang paling besar anggaran perjalanan dinasnya. OPD lain tidak ada sebesar itu," katanya.
Baca juga:Armayani Resmi Dilantik Jadi Sekda Wajo Definitif
Sekretaris Bappelitbangda Wajo, Susilawati Panikkai, yang dikonfirmasi membenarkan besaran anggaran perjalanan dinas tersebut. Namun, itu semua digunakan sesuai peruntukkannya.
"Setiap bidang perencanaan, masing-masing mempunyai bidang koordinasi ke Organisasi Perangkat Daerah (OPD) se-Kabupaten Wajo. Jadi untuk usulan kegiatan di OPD biasanya mereka meminta Bappelitbangda untuk mendampingi koordinasi," terangnya
Terdapat lima bidang di Bappelitbangda Wajo. Sayangnya, Susilawati tidak dapat membeberkan jumlah yang telah digunakan atau realisasi dari total anggaran perjalanan dinas Rp1,35 miliar.
Baca juga:Realisasi Vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Wajo Masih Rendah
Angka anggaran perjalanan dinas itu dinilai timpang ketimbang organisasi perangkat daerah (OPD) lainnya lingkup Pemkab Wajo.
Salah satu perbandingannya adalah Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Wajo, yang hanya memiliki anggaran belanja perjalanan dinas Rp225 juta. "Saya tahun ini (2021) perjalanan dinas sekitar 225 juta," kata Kepala DPKP Wajo, Muhammad Ashar.
Aktivis dari Aliansi Mahasiswa Indonesia Wajo Bersatu (AMIWB), Syaifullah, menyampaikan besarnya anggaran perjalanan dinas di Bappelitbangda bisa jadi pemborosan, apalagi di masa pandemi Covid-19. Lebih baik bila anggaran itu dialokasikan untuk hal yang lebih penting.
Baca juga:Kepala OPD Lingkup Pemkab Wajo Keluhkan Pembagian Porsi Anggaran APBD
"Saat ini duka pandemi belum usai, akan tetapi salah satu OPD di Wajo dinilai melakukan pemborosan anggaran. APIP harus turun tangan untuk mengusut anggaran tersebut, rinciannya harus jelas. Jangan sampai ada oknum memanfaatkan situasi pandemi untuk meraup keuntungan pribadi," ujar dia, kepada SINDO, Rabu (3/11).
Berdasarkan data yang dihimpun dari laman www.sirup.lkpp.go.id. Terdapat 29 item kegiatan belanja perjalanan yang dianggarkan Bappelitbangda Wajo. Rinciannya, sembilan item perjalanan dinas luar daerah dan delapan item perjalanan dinas dalam daerah. Selebihnya 12 item dengan nomenklatur perjalanan dinas. Total keseluruhan 29 item perjalanan dinas itu mencapai Rp1,35 miliar.
"Anggaran tersebut sangat fantastis, dan diduga hanya Bappelitbangda yang paling besar anggaran perjalanan dinasnya. OPD lain tidak ada sebesar itu," katanya.
Baca juga:Armayani Resmi Dilantik Jadi Sekda Wajo Definitif
Sekretaris Bappelitbangda Wajo, Susilawati Panikkai, yang dikonfirmasi membenarkan besaran anggaran perjalanan dinas tersebut. Namun, itu semua digunakan sesuai peruntukkannya.
"Setiap bidang perencanaan, masing-masing mempunyai bidang koordinasi ke Organisasi Perangkat Daerah (OPD) se-Kabupaten Wajo. Jadi untuk usulan kegiatan di OPD biasanya mereka meminta Bappelitbangda untuk mendampingi koordinasi," terangnya
Terdapat lima bidang di Bappelitbangda Wajo. Sayangnya, Susilawati tidak dapat membeberkan jumlah yang telah digunakan atau realisasi dari total anggaran perjalanan dinas Rp1,35 miliar.
Baca juga:Realisasi Vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Wajo Masih Rendah
Angka anggaran perjalanan dinas itu dinilai timpang ketimbang organisasi perangkat daerah (OPD) lainnya lingkup Pemkab Wajo.
Salah satu perbandingannya adalah Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Wajo, yang hanya memiliki anggaran belanja perjalanan dinas Rp225 juta. "Saya tahun ini (2021) perjalanan dinas sekitar 225 juta," kata Kepala DPKP Wajo, Muhammad Ashar.
(luq)
Lihat Juga :