Harga Minyak Goreng Meroket, Pedagang dan Pengusaha Makanan Menjerit
Selasa, 02 November 2021 - 19:36 WIB
loading...
A
A
A
"Alasan pastinya (naik) tidak tahu, cuma denger-denger selentingan dan dari berita katanya sawitnya diekspor ke luar negeri karena di sana harganya mahal. Jadi produksi di dalam negeri lebih sedikit," sambungnya.
Baca juga: Awas! Hujan Besar Terus Mengguyur, Tinggi Muka Air Citarum Naik
Kondisi tersebut berimbas dan sangat dirasakan oleh pengusaha industri rumahan di Kota Cimahi. Seperti yang terpantau di sentra industri keripik di Jalan Kademangan, Kelurahan Setiamanah, Kecamatan Cimahi Tengah, Kota Cimahi, milik Hj Ai (67).
Dia mengaku, kenaikan harga minyak saat ini sangat berdampak terhadap usahanya. Sehingga dirinya berencana akan menaikkan harga penjualan produknya. Sebelum kenaikan harga minyak goreng curah dari bandar hanya Rp12.500/liter, saat ini harganya mencapai Rp17.000/liter.
"Sekarang masih bertahan dengan harga lama, tapi kalau tidak dinaikkan bisa rugi. Makanya jika harga minyak goreng masih naik, harga jual produk dinaikan," ucapnya seraya menyebutkan dalam sehari membutuhkan 160 kg minyak goreng curah.
Baca juga: Awas! Hujan Besar Terus Mengguyur, Tinggi Muka Air Citarum Naik
Kondisi tersebut berimbas dan sangat dirasakan oleh pengusaha industri rumahan di Kota Cimahi. Seperti yang terpantau di sentra industri keripik di Jalan Kademangan, Kelurahan Setiamanah, Kecamatan Cimahi Tengah, Kota Cimahi, milik Hj Ai (67).
Dia mengaku, kenaikan harga minyak saat ini sangat berdampak terhadap usahanya. Sehingga dirinya berencana akan menaikkan harga penjualan produknya. Sebelum kenaikan harga minyak goreng curah dari bandar hanya Rp12.500/liter, saat ini harganya mencapai Rp17.000/liter.
"Sekarang masih bertahan dengan harga lama, tapi kalau tidak dinaikkan bisa rugi. Makanya jika harga minyak goreng masih naik, harga jual produk dinaikan," ucapnya seraya menyebutkan dalam sehari membutuhkan 160 kg minyak goreng curah.
(msd)
Lihat Juga :