Menko PMK: Revolusi Mental itu ada di Kampung Tangguh Mandiri
Kamis, 04 Juni 2020 - 14:54 WIB
loading...
A
A
A
Mengenai new normal, Muhadjir mengatakan, normalnya tetap harus dengan syarat-syarat tertentu, seperti mematuhi protokol kesehatan, karena masih harus hidup bersama COVID-19.
Dia mengatakan, kalau hanya protokol-protokol dasar seperti memakai masker, cuci tangan, membuat jarak, menghindari kerumunan, itu saja tidak cukup. Tapi harus ada yang spesifik, misalnya kalau Jumatan seperti apa, di restoran seperti apa, itu yang justru harus diperhatikan. Termasuk ketika sekolah sudah mulai masuk.
Lantas, Muhadjir menyambangi beberapa titik yang dianggapnya sangat maju dibandingkan saat dulu dia pernah mengunjungi kawasan ini. Seperti tempat pembibitan ikan lele dan mujaer yang memanfaatkan drainase, pembudidayaan tanaman sayur di atas drainase dan lingkungan sekitar, serta tempat isolasi dan pemulasaraan jenazah memanfaatkan rumah kosong.
Terkait pengendalian COVID-19, kata Muhadjir, KTM GWS RW 5 Purwantoro ini dinilai telah siap, seperti rumah isolasi, pemulasaraan dan pemakaman jenazah dengan tim Satgas COVID-19 nya, dan ketangguhan pangannya.
"Ini luar biasa, semua bisa termanfaatkan dan saya rasa ini kampung tangguh yang tanggap," ujar Mantan rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) itu.
Dia mengatakan, kalau hanya protokol-protokol dasar seperti memakai masker, cuci tangan, membuat jarak, menghindari kerumunan, itu saja tidak cukup. Tapi harus ada yang spesifik, misalnya kalau Jumatan seperti apa, di restoran seperti apa, itu yang justru harus diperhatikan. Termasuk ketika sekolah sudah mulai masuk.
Lantas, Muhadjir menyambangi beberapa titik yang dianggapnya sangat maju dibandingkan saat dulu dia pernah mengunjungi kawasan ini. Seperti tempat pembibitan ikan lele dan mujaer yang memanfaatkan drainase, pembudidayaan tanaman sayur di atas drainase dan lingkungan sekitar, serta tempat isolasi dan pemulasaraan jenazah memanfaatkan rumah kosong.
Terkait pengendalian COVID-19, kata Muhadjir, KTM GWS RW 5 Purwantoro ini dinilai telah siap, seperti rumah isolasi, pemulasaraan dan pemakaman jenazah dengan tim Satgas COVID-19 nya, dan ketangguhan pangannya.
"Ini luar biasa, semua bisa termanfaatkan dan saya rasa ini kampung tangguh yang tanggap," ujar Mantan rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) itu.