Ibu dan Anak Gadisnya Dibunuh dan Ditelanjangi, Kriminolog: Digital Forensik Belum Digali
Sabtu, 30 Oktober 2021 - 18:28 WIB
loading...
A
A
A
Yesmil juga menekankan, agar polisi tidak memaksakan pengakuan. Pasalnya, kata Yesmil, pengakuan tidak akan membuahkan kebenaran materil. "Saya pikir ini tantangan bagi pihak kepolisian, karena di awalnya sudah terlalu menekankan pada pengakuan orang yang disangka," terangnya.
Baca juga: Penjual Jamu Gendong Dibunuh Suami Saat Terlelap Tidur, Motifnya Cemburu
"Kalau kejahatannya itu pangkalnya tiga, yakni kekuasaan, uang dan hubungan sosial. Mungkin dalam hal ini harus ditelusuri semuanya. Jadi kalau mau diulang lagi (penyelidikannya), tidak menjadi masalah," tuturnya.
Disinggung soal adanya bantuan dari Bareskrim Mabes Polri, Yesmil mendukung hal tersebut. Namun, dia kembali menyoroti fasilitas yang bisa digunakan penyidik. "Itu menunjukan polisi antusias mengungkap ini. Tapi kan apa yang dimaksud bantuan itu? Apakah orang atau sarana-prasarana karena itu dibutuhkan juga. Yang jelas agak sulit kalau melakukan penyelidikan dan penyidikan tanpa bantuan digital forensik," tandasnya.
Warga Kampung Ciseuti, Desa Jalancagak, Kecamatan Jalancagak, Kabupaten Subang digegerkan penemuan mayat ibu dan anak di dalam bagasi mobil di rumahnya, Rabu (18/8/2021). Polisi yang mendapatkan laporan langsung datang ke lokasi kejadian. Polisi yang datang ke TKP langsung menuju mobil Alphard tempat ditemukannya korban.
Saat bagasi mobil dibuka, ternyata di dalamnya terdapat dua korban yang merupakan ibu dan anak perempuannya dengan kondisi tak berbusana dan luka parah di bagian kepala. Keluarga korban yang datang ke lokasi kejadian pun histeris saat polisi mengevakuasi kedua korban.
Baca juga: Penjual Jamu Gendong Dibunuh Suami Saat Terlelap Tidur, Motifnya Cemburu
"Kalau kejahatannya itu pangkalnya tiga, yakni kekuasaan, uang dan hubungan sosial. Mungkin dalam hal ini harus ditelusuri semuanya. Jadi kalau mau diulang lagi (penyelidikannya), tidak menjadi masalah," tuturnya.
Disinggung soal adanya bantuan dari Bareskrim Mabes Polri, Yesmil mendukung hal tersebut. Namun, dia kembali menyoroti fasilitas yang bisa digunakan penyidik. "Itu menunjukan polisi antusias mengungkap ini. Tapi kan apa yang dimaksud bantuan itu? Apakah orang atau sarana-prasarana karena itu dibutuhkan juga. Yang jelas agak sulit kalau melakukan penyelidikan dan penyidikan tanpa bantuan digital forensik," tandasnya.
Warga Kampung Ciseuti, Desa Jalancagak, Kecamatan Jalancagak, Kabupaten Subang digegerkan penemuan mayat ibu dan anak di dalam bagasi mobil di rumahnya, Rabu (18/8/2021). Polisi yang mendapatkan laporan langsung datang ke lokasi kejadian. Polisi yang datang ke TKP langsung menuju mobil Alphard tempat ditemukannya korban.
Saat bagasi mobil dibuka, ternyata di dalamnya terdapat dua korban yang merupakan ibu dan anak perempuannya dengan kondisi tak berbusana dan luka parah di bagian kepala. Keluarga korban yang datang ke lokasi kejadian pun histeris saat polisi mengevakuasi kedua korban.
(eyt)
Lihat Juga :