BKD Ungkap Dugaan Kecurangan Seleksi CPNS 3 Daerah di Sulsel
Sabtu, 30 Oktober 2021 - 15:57 WIB
loading...
BKD Sulsel mengungkap adanya dugaan kecurangan seleksi CPNS. Foto: SINDOnews/Dok
A
A
A
MAKASSAR - Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sulsel mengungkap adanya dugaan kecurangan seleksi kemampuan dasar (SKD) di tiga daerah di Sulsel. BKD saat ini juga telah mengantongi nama peserta yang terlibat dugaan kecurangan tersebut.
"BKN sudah menyampaikan hal itu, di Sulsel ini ada tiga kabupaten yang terindikasi terdapat kecurangan ujian SKD, yaitu Kabupaten Sidrap, Luwu dan Enrekang. Mereka itu kan istilahnya juga adalah titik lokasi," kata Kepala BKD Sulsel, Imran Jausi, Sabtu (30/10/2021).
Baca juga: Ini Jadwal Terbaru Seleksi Kompetensi Guru PPPK Tahap II
Menurut Imran, pihaknya telah mengantongi identitas peserta seleksi CPNS yang diduga terlibat dalam kecurangan tersebut.
"Bahkan kami diberikan foto yang bersangkutan dan memang kecurangan mereka sangat parah. Kami tahunya pekan lalu," kata Imran.
Imran menjelaskan, dugaan kecurangan yang mereka lakukan adalah penggunaan remote access pada komputer yang digunakan. Remote access ini disematkan di komputer peserta, sehingga proses pengerjaan soal dikendalikan dari luar, dari sana proses pengerjaan menjawab 110 soal SKD, bukan oleh peserta.
Baca juga: Dugaan Kecurangan Seleksi CPNS Buol, DPR Minta Investigasi dan Sanksi Tegas
"Peserta itu seolah-olah bekerja di dalam, tapi aslinya yang menjawab soal itu di luar. Makanya ini kejahatan luar biasa," ujarnya.
Selanjutnya, BKN akan mengumumkan nilai peserta SKD dan nilai peserta yang terindikasi curang akan dikali 0. Kemudian terdapat masa sanggah yang bisa digunakan peserta untuk memproses hasil akhirnya.
"BKN sudah menyampaikan hal itu, di Sulsel ini ada tiga kabupaten yang terindikasi terdapat kecurangan ujian SKD, yaitu Kabupaten Sidrap, Luwu dan Enrekang. Mereka itu kan istilahnya juga adalah titik lokasi," kata Kepala BKD Sulsel, Imran Jausi, Sabtu (30/10/2021).
Baca juga: Ini Jadwal Terbaru Seleksi Kompetensi Guru PPPK Tahap II
Menurut Imran, pihaknya telah mengantongi identitas peserta seleksi CPNS yang diduga terlibat dalam kecurangan tersebut.
"Bahkan kami diberikan foto yang bersangkutan dan memang kecurangan mereka sangat parah. Kami tahunya pekan lalu," kata Imran.
Imran menjelaskan, dugaan kecurangan yang mereka lakukan adalah penggunaan remote access pada komputer yang digunakan. Remote access ini disematkan di komputer peserta, sehingga proses pengerjaan soal dikendalikan dari luar, dari sana proses pengerjaan menjawab 110 soal SKD, bukan oleh peserta.
Baca juga: Dugaan Kecurangan Seleksi CPNS Buol, DPR Minta Investigasi dan Sanksi Tegas
"Peserta itu seolah-olah bekerja di dalam, tapi aslinya yang menjawab soal itu di luar. Makanya ini kejahatan luar biasa," ujarnya.
Selanjutnya, BKN akan mengumumkan nilai peserta SKD dan nilai peserta yang terindikasi curang akan dikali 0. Kemudian terdapat masa sanggah yang bisa digunakan peserta untuk memproses hasil akhirnya.
(luq)
Lihat Juga :