Apakah Surabaya Siap New Normal? Ini Penjelasan Sosiolog
Kamis, 04 Juni 2020 - 14:08 WIB
loading...
Normal baru di Kota Surabaya, masih jadi perdebatan. Foto/Ilustrasi
A
A
A
SURABAYA - Persiapan era normal baru di Kota Surabaya masih menjadi perdebatan panjang. Sampai perpanjangan PSBB tahap ketiga, jumlah warga yang terpapar COVID-19 terus naik. Butuh kesiapan panjang sebelum menyambut new normal di Kota Pahlawan.
(Baca juga: Gempa Sesar Besar Sumatera, Rumah Warga Alami Kerusakan )
Sosiolog Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Bagong Suyanto menuturkan, masyarakat di daerah mana pun belum dalam menghadapi new normal termasuk masyarakat Kota Surabaya. Hal tersebut dapat dilihat dari perilaku masyarakat yang sulit untuk memenuhi protokol kesehatan terutama masyarakat di daerah padat penduduk.
Ia melanjutkan, pendekatan yang dikembangkan pemerintah selama ini lebih banyak pada pendekatan yang sifatnya ancaman hukuman atau regulasi. Di mana jika dilihat keadaan masyarakat saat ini lebih membutuhkan pendekatan alternatif dengan basis reward atau insentif pada masyarakat.
"Jadi mestinya, kalau memang mau menyiapkan masyarakat menyambut era new normal. Pemerintah harus siap dengan berbagai alternatif pendekatan yang tidak menghomogenisasi seluruh masyarakat Surabaya dengan satu pendekatan itu," ungkapnya.
(Baca juga: Gempa Sesar Besar Sumatera, Rumah Warga Alami Kerusakan )
Sosiolog Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Bagong Suyanto menuturkan, masyarakat di daerah mana pun belum dalam menghadapi new normal termasuk masyarakat Kota Surabaya. Hal tersebut dapat dilihat dari perilaku masyarakat yang sulit untuk memenuhi protokol kesehatan terutama masyarakat di daerah padat penduduk.
Ia melanjutkan, pendekatan yang dikembangkan pemerintah selama ini lebih banyak pada pendekatan yang sifatnya ancaman hukuman atau regulasi. Di mana jika dilihat keadaan masyarakat saat ini lebih membutuhkan pendekatan alternatif dengan basis reward atau insentif pada masyarakat.
"Jadi mestinya, kalau memang mau menyiapkan masyarakat menyambut era new normal. Pemerintah harus siap dengan berbagai alternatif pendekatan yang tidak menghomogenisasi seluruh masyarakat Surabaya dengan satu pendekatan itu," ungkapnya.
Lihat Juga :