IDI Makassar Pertanyakan Sikap Pemkot Ngotot Pakai GeNose

Sabtu, 30 Oktober 2021 - 10:47 WIB
loading...
IDI Makassar Pertanyakan...
Pemkot Makassar akan menggunakan Genose saat PTM. Foto: Sindonews/dok
A A A
MAKASSAR - Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mempertanyakan sikap getol Pemerintah Kota Makassar , yang ngotot ingin tetap menggunakan GeNose dalam mendeteksi Covid-19.

Hal ini disampaikan langsung Humas IDI Kota Makassar dr Wahyudi Muchsin dalam acara Diskusi Publik yang diadakan Ombudsman Makassar di Gaul Coffe Jalan Topaz Raya, Kecamatan Panakkukang (29/10/2021).

Baca Juga: Disdik Makassar Tunda Penggunaan GeNose Jelang Pelaksanaan PTM

"Juni, Juli, Agustus, lagi tingginya Covid-19, itu GeNose sudah tidak dipakai lagi, termasuk di Jogja. Makanya kita heran kalau Makassar ngotot pakai. Kecuali dengan alasan supaya tidak jadi temuan, maka bermain cantik," sindirnya.

Diketahui alat tersebut rencana akan digunakan pada Pembelajaran Tatap Muka (PTM) SD-SMP untuk mendeteksi Covid-19 pada siswa.

dr Yudhi sapaan akrabnya mengatakan, hal ini merupakan konsekuensi penganggaran yang terlanjur ke luar sehingga dia menyarankan penggunaan GeNose dapat disertakan dengan PCR agar peruntukannya dapat dipertanggungjawabkan.

"Kalau perlu, sama seperti awal, waktu GeNose datang, kita kan ada lakukan head to head dengan PCR di Karebosi. Bawalah itu genose, Swab PCR, supaya langsung sama-sama. Karena kami juga mengetahui, ini mubassir, kita kena kritik karena anggaran sudah dipakai," katanya.

Lebih lanjut dr Yudhi mengatakan, pihaknya sedari awal telah menolak penggunaan alat tersebut. Lantaran metode pemeriksaannya yang dirasa sudah tidak tepat sasaran.

"Logikanya di mana bau mulut bisa menangkap Covid? Sementara ini virus di tenggorokan dan laring. Banyak kasus hanya karena dia merokok, dia minum yang menyengat, tiba-tiba positif. Setelah kumur-kumur, 10 menit kemudian tes lagi, hasilnya negatif," tandasnya.

Baca Juga: UGM Berikan Pelatihan dan Empat Unit GeNose C19 ke DPR

Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar Nursaidah Sirajuddin mengakui adanya unsur pemanfaatan pada alat tersebut agar tak mubasir.

Dia mengatakan, pihaknya menggunakan alat tersebut dengan mengikuti tren yang terjadi saat itu. GeNose sebelumnya digunakan hampir di seluruh wilayah Indonesia, terlebih hal ini telah mendapatkan restu dari Kementerian Kesehatan.

Pertimbangan lainnya kata dia, adalah banyaknya masyarakat yang enggan diswab lantaran harus melalui prosedur pengambilan sampel hidung yang dinilai cukup merepotkan.

"Terkait belakangan tidak lagi direkomendasikan, kami pemkot khususnya Dinkes karena sudah banyak alat tersebut (dibeli) dan kami membelinya disaat rekomendasi dari kemenkes ada izin edar dan semua provinsi sudah menggunakannya, otomatis kami harus manfaatkan," ungkapnya.

Menurutnya penggunaan alat tersebut tetap akan digunakan dalam PTM kendati tak lagi direkomendasikan. Hal ini akan tetap digunakan bersama dengan alat deteksi yang lebih baik seperti PCR.

"Kami akan lakukan pemeriksaan evaluasi di semua sekolah di awal PTM dan tetap kami lanjutkan dengan pemeriksaan yang direkomendasikan oleh Kemenkes," ujarnya.
(agn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Demonstran Mengamuk...
Demonstran Mengamuk Bakar Gedung DPRD Kota Makassar
RS Vertikal Makassar...
RS Vertikal Makassar Milik Pemerintah Kini Miliki Fasilitas AC VRF
Puncak Makassar Eight...
Puncak Makassar Eight Festival Dipindahkan ke Tugu MNEK, Ini Alasannya
Pemkot Makassar Terapkan...
Pemkot Makassar Terapkan Layanan Publik Berbasis Metaverse, Mendagri Beri Pujian
Musim Transisi, BPBD...
Musim Transisi, BPBD Makassar: Waspada Banjir dan Angin Kencang!
Awas! Kebakaran di Makassar...
Awas! Kebakaran di Makassar Meningkat hingga 359 Kali
Dinas Pertanahan Kota...
Dinas Pertanahan Kota Makassar Targetkan 100 Aset Lahan Pemkot Miliki Sertifikat pada 2023
Dukung Program Pusat,...
Dukung Program Pusat, Pemkot Makassar Integrasikan NIK dan NPWP Warganya
Diskop dan UMKM Kota...
Diskop dan UMKM Kota Makassar Dorong Pelaku UMKM Manfaatkan Pusat Inkubator
Rekomendasi
Pemadaman Listrik Ungkap...
Pemadaman Listrik Ungkap Pentingnya Sinkronisasi RKAB dan Pasokan Batu Bara
Gempa Kembar Venezuela...
Gempa Kembar Venezuela Tewaskan 2.295 Orang: Mirip Zona Perang, Bau Mayat Menyengat
Prabowo: Indonesia-Belarus...
Prabowo: Indonesia-Belarus Sepakat Mendukung Perdamaian dan Stabilitas Dunia
Berita Terkini
Rekonstruksi Kasus Penganiayaan...
Rekonstruksi Kasus Penganiayaan YTR , Taufik Hidayat Peragakan Pukul Pakai Golok dan Sundut Korban
Ini Identitas Pilot...
Ini Identitas Pilot Asal Amerika yang Tewas usai Pesawatnya Dibakar di Papua
Siapkan Generasi Unggul,...
Siapkan Generasi Unggul, Yayasan Pendidikan Islam RUS Kudus Hadirkan SMP Internasional
Pilot Pesawat AMA PK-RCY...
Pilot Pesawat AMA PK-RCY yang Dibakar di Bandara Ipdeheik Papua Tewas
Pembangunan Flyover...
Pembangunan Flyover Latumenten Capai 55,2%, Ditargetkan Beroperasi 15 Desember 2026
Breaking News! Pesawat...
Breaking News! Pesawat Dibakar OTK di Bandara Ipdeheik Yahukimo Papua
Infografis
Uni Eropa Mempertimbangkan...
Uni Eropa Mempertimbangkan Kembali Pakai Gas Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved