Datang ke Garut, BNPT Dorong Generasi Muda Cegah Radikalisme
Sabtu, 30 Oktober 2021 - 07:15 WIB
loading...
A
A
A
Mantan Kapolres Gianyar ini menjelaskan bahwa ideologi radikal ini adalah ideologi takfii yang mana hal itu adalah virus yang bisa memapar terhadap siapa saja, terutama para generasi muda. Maka dari itu para generasi muda harus dibentengi dan harus di berikan vaksinasi ideologi dengan pemahaman keagamaan, wawasan kebangsaan yang baik dan benar.
Baca juga: Lengsernya Mahapatih Gajah Mada karena Misi Asmara Gagal usai Perang Bubat
"Sehingga hal itu bisa menjamin para generasi muda untuk bersikap toleransi, bersikap kebhinekaan ataupun persatuan serta konsisten terhadap konsensus nasional yaitu Pancasila UUD 1945 Bhineka Tunggal Ika dan NKRI harga mati," ujarnya.
Ahmad Nurwakhid menambahkan, para pemuda Indonesia juga harus dapat memaknai kalimat-kalimat yang ada dalam Sumpah Pemuda. "Perbedaan harus dijaga, karena perbedaan yang ada di negeri ini merupakan Sunnatullah. Semangat itu yang harus kita lihat pada saat itu dan harus kita gaungkan lagi pada saat ini," tandasnya.
Untuk itu dirinya juga mengimbau kepada para generasi muda untuk berhenti mengikuti ustaz atau tokoh yang menyebarkan paham radikal dan intoleran baik di lingkungan sosial maupun media sosial. Karena apa yang disampaikan tokoh atau ustaz radikal tersebut bisa merusak persatuan bangsa Indonesia.
Baca juga: Lengsernya Mahapatih Gajah Mada karena Misi Asmara Gagal usai Perang Bubat
"Sehingga hal itu bisa menjamin para generasi muda untuk bersikap toleransi, bersikap kebhinekaan ataupun persatuan serta konsisten terhadap konsensus nasional yaitu Pancasila UUD 1945 Bhineka Tunggal Ika dan NKRI harga mati," ujarnya.
Ahmad Nurwakhid menambahkan, para pemuda Indonesia juga harus dapat memaknai kalimat-kalimat yang ada dalam Sumpah Pemuda. "Perbedaan harus dijaga, karena perbedaan yang ada di negeri ini merupakan Sunnatullah. Semangat itu yang harus kita lihat pada saat itu dan harus kita gaungkan lagi pada saat ini," tandasnya.
Untuk itu dirinya juga mengimbau kepada para generasi muda untuk berhenti mengikuti ustaz atau tokoh yang menyebarkan paham radikal dan intoleran baik di lingkungan sosial maupun media sosial. Karena apa yang disampaikan tokoh atau ustaz radikal tersebut bisa merusak persatuan bangsa Indonesia.
(shf)
Lihat Juga :