Datang ke Garut, BNPT Dorong Generasi Muda Cegah Radikalisme

Sabtu, 30 Oktober 2021 - 07:15 WIB
loading...
Datang ke Garut, BNPT...
Direktur Pencegahan BNPT Brigjen Pol R Ahmad Nurwakhid menyatakan generasi muda bisa menjadi garda terdepan dalam membangun harmoni bangsa. Foto/Ist
A A A
GARUT - Kelompok radikal masih terus berupaya untuk menyebarkan paham radikal di tengah-tengah masyarakat. Hal terungkap saat 59 orang yang sebagian besar anak muda di Garut dan sekitar 30 orang di Lampung Selatan dibaiat oleh kelompok radikal Negara Islam Indonesia (NII).

Generasi muda atau milenial diharapkan selalu waspada terhadap adanya penyebaran ideologi dan bisa menjadi ujung tombak dalam menyuarakan anti radikalisme dan anti terorisme.

Baca juga: Gelar Doa 19 Tahun Peristiwa Bom Bali, Kepala BNPT: Terorisme Musuh Bersama

"Kami meminta kepada generasi muda yang ada di seluruh Tanah Air bisa menjadigarda terdepan dalam membangun harmoni bangsa. Para pemuda harus berani menyuarakan anti radikalisme maupun anti terorisme termasuk anti narkoba dan juga anti korupsi atau anti apapun yang menjadi musuh negara," kata Direktur Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Brigjen Pol R Ahmad Nurwakhid saat Rapimda Pemuda KNPI Kabupaten Garut, dikutip Sabtu (30/10/2021).

Oleh karena itu dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda, BNPT terus berupaya menjalin silaturahmi yang bertujuan untuk memupuk dan membangkitkan semangat para generasi muda.

Dia menegaskan, Bangsa Indonesia sangat beragam yang harus dijaga dengan persatuan, toleransi dan keharmonisan. "Generasi milenial atau generasi muda adalah Garda terdepan yang nantinya akan membawa bangsa ini menjadi bangsa yang aman, damai, maju dan sejahtera," ujar mantan Kabagbanops Densus 88 Antiteror ini.

Selain itu, generasi muda diminta untuk mewaspadai segala bentuk proxy yang ada di era globalisasi. Di antaranya proxy ideologi kelompok radikalisme dan terorisme.

"Yang mana kelompok-kelompok tersebut anti terhadap ideologi Pancasila, anti terhadap persatuan dan keragaman yang dimiliki bangsa Indonesia," ujarnya.

Mantan Kapolres Gianyar ini menjelaskan bahwa ideologi radikal ini adalah ideologi takfii yang mana hal itu adalah virus yang bisa memapar terhadap siapa saja, terutama para generasi muda. Maka dari itu para generasi muda harus dibentengi dan harus di berikan vaksinasi ideologi dengan pemahaman keagamaan, wawasan kebangsaan yang baik dan benar.

Baca juga: Lengsernya Mahapatih Gajah Mada karena Misi Asmara Gagal usai Perang Bubat

"Sehingga hal itu bisa menjamin para generasi muda untuk bersikap toleransi, bersikap kebhinekaan ataupun persatuan serta konsisten terhadap konsensus nasional yaitu Pancasila UUD 1945 Bhineka Tunggal Ika dan NKRI harga mati," ujarnya.

Ahmad Nurwakhid menambahkan, para pemuda Indonesia juga harus dapat memaknai kalimat-kalimat yang ada dalam Sumpah Pemuda. "Perbedaan harus dijaga, karena perbedaan yang ada di negeri ini merupakan Sunnatullah. Semangat itu yang harus kita lihat pada saat itu dan harus kita gaungkan lagi pada saat ini," tandasnya.

Untuk itu dirinya juga mengimbau kepada para generasi muda untuk berhenti mengikuti ustaz atau tokoh yang menyebarkan paham radikal dan intoleran baik di lingkungan sosial maupun media sosial. Karena apa yang disampaikan tokoh atau ustaz radikal tersebut bisa merusak persatuan bangsa Indonesia.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pemilu 2029 Didominasi...
Pemilu 2029 Didominasi Pemilih Muda, PKB Jabar Siapkan Ribuan Pengurus Muda
Generasi Hijau dari...
Generasi Hijau dari Lereng Merapi: Pemuda Boyolali Pimpin Masa Depan Peternakan Berkelanjutan
Ratusan Pelajar di Jaktim...
Ratusan Pelajar di Jaktim Ikuti Pelatihan Penguatan Karakter dan Kepemimpinan Inovatif
Keberhasilan Memanfaatkan...
Keberhasilan Memanfaatkan Bonus Demografi Bergantung pada Kualitas Generasi Muda
Program Suara Warga,...
Program Suara Warga, Generasi Muda Kaltim Kawal IKN sebagai Ibu Kota Politik
Gelar Gen Sawit 2026...
Gelar Gen Sawit 2026 di Udayana, BPDP Edukasi Generasi Muda
Krakatau Posco Tanamkan...
Krakatau Posco Tanamkan Budaya Keselamatan kepada Generasi Muda
Kolaborasi Generasi...
Kolaborasi Generasi Muda Jadi Penggerak Perubahan Lingkungan
Implementasi PP TUNAS...
Implementasi PP TUNAS Harus Bisa Jaga Daya Saing Generasi Muda di Ekonomi Digital
Rekomendasi
Kisah Raihan, Siswa...
Kisah Raihan, Siswa MAN 1 Yogya yang Berhasil Diterima di ITB, UGM, dan ITS
WorldSBK 2026 Seri Emilia-Romagna...
WorldSBK 2026 Seri Emilia-Romagna Tayang Live di VISION+
Dari Video Rumahan ke...
Dari Video Rumahan ke 15 Juta Juta Subscribes, Ini Rahasia Aletha Abew Bikin Penonton Betah
Berita Terkini
Polisi Imbau Mahasiswa...
Polisi Imbau Mahasiswa Waspadai Demo Hari Ini Ditunggangi
Pemilu 2029 Didominasi...
Pemilu 2029 Didominasi Pemilih Muda, PKB Jabar Siapkan Ribuan Pengurus Muda
Polisi Tutup Sementara...
Polisi Tutup Sementara Jalan Sudirman Imbas Demo Mahasiswa di Bundaran HI
Aliansi UNJ Melawan...
Aliansi UNJ Melawan Gelar Aksi dan Long March
Bersitegang dengan Aparat,...
Bersitegang dengan Aparat, Massa BEM UI Tertahan di Semanggi saat Menuju Bundaran HI
Menuju Tata Kelola Pesisir...
Menuju Tata Kelola Pesisir Terintegrasi, Pemerintah Dorong Mangrove sebagai Solusi Berbasis Alam
Infografis
Gubernur DKI Dorong...
Gubernur DKI Dorong Pasar di Jakarta Lakukan Digitalisasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved