Pandemi COVID-19, Pabrik Tekstil di Pekalongan Kesulitan Pasarkan Produk
Kamis, 04 Juni 2020 - 08:24 WIB
loading...
A
A
A
Hal serupa juga disampaikan Direktur PT Pisma Putra, Turah, yang merumahkan karyawannya sebanyak 400 orang, karena terdampak akan pandemi COVID-19.
"Pembayaran listrik yang tidak bisa dinego, menumpuknya barang yang tidak bisa dijual, karena produk kami tidak bisa lagi diekspor ke Amerika, mengakibatkan kami harus merumahkan ratusan karyawan," kata Turah.
Sementara itu, Bupati Pekalongan menegaskan pihaknya akan segera membantu beberapa pabrik yang sedang kesulitan dalam pemasaran, sehingga harus merumahkan karyawannya. Jika karyawan terlalu lama di rumah tanpa bekerja, maka akan berdampak kurang baik terhadap pertumbuhan ekonomi lokal.
Menurutnya, hingga saat ini masih banyak pabrik tekstil yang belum bisa beroperasi, tidak bisa menjual barang yang diproduksi, sehingga mengalami overstock atau penumpukan barang produski. Pabrik kesulitan menjual produknya karena pasar tujuan banyak tutup.
"Kami akan segera meyurati Gubernur DKI Jakarta dan Menperindag, untuk segera membuka beberapa pasar di Jakarta, seperti Pasar Tanah Abang dan Cipulir agar produk sarung dan batik bisa kembali dijual di Jakarta," kata Bupati Asip.
"Pembayaran listrik yang tidak bisa dinego, menumpuknya barang yang tidak bisa dijual, karena produk kami tidak bisa lagi diekspor ke Amerika, mengakibatkan kami harus merumahkan ratusan karyawan," kata Turah.
Sementara itu, Bupati Pekalongan menegaskan pihaknya akan segera membantu beberapa pabrik yang sedang kesulitan dalam pemasaran, sehingga harus merumahkan karyawannya. Jika karyawan terlalu lama di rumah tanpa bekerja, maka akan berdampak kurang baik terhadap pertumbuhan ekonomi lokal.
Menurutnya, hingga saat ini masih banyak pabrik tekstil yang belum bisa beroperasi, tidak bisa menjual barang yang diproduksi, sehingga mengalami overstock atau penumpukan barang produski. Pabrik kesulitan menjual produknya karena pasar tujuan banyak tutup.
"Kami akan segera meyurati Gubernur DKI Jakarta dan Menperindag, untuk segera membuka beberapa pasar di Jakarta, seperti Pasar Tanah Abang dan Cipulir agar produk sarung dan batik bisa kembali dijual di Jakarta," kata Bupati Asip.
(abd)
Lihat Juga :